Dicuekin NATO, Turki Incar Sistem S-400 Rusia
Menteri Pertahanan Turki, Fikri Isik mengatakan, perundingan Turki dengan Rusia terkait pembelian sistem pertahanan rudal S-400 telah mencapai tahap akhir, meskipun ini tidak berarti sebuah kesepakatan akan segera ditandatangani.
Seperti dilansir Reuters dari Ankara, Isik dalam konferensi pers pada Jumat (21/4/2017) menuturkan bahwa negara-negara anggota NATO belum memberikan penawaran yang efektif secara finansial untuk pembelian sistem pertahanan alternatif.
Turki sebagai anggota NATO membatalkan tender senilai 3,4 miliar dolar untuk pembelian sistem pertahanan rudal jarak jauh dari Cina pada tahun 2015.
Pemerintah Turki kemudian menyatakan akan mengembangkan sistem rudal secara lokal, namun sikap tersebut kemudian berubah.
"Jelas bahwa Turki membutuhkan sistem pertahanan rudal, namun negara-negara anggota NATO belum memberikan penawaran yang efektif secara finansial," tegas Isik.
"Pekerjaan terkait S-400 Rusia telah mencapai titik akhir.Tapi tahap akhir ini tidak berarti sebuah kesepakatan akan segera ditandatangani," ucapnya.
Dia mengatakan Turki tidak akan bisa mengintegrasikan sistem pertahanan rudal S-400 ke dalam sistem NATO. (RM)