AS Terpaksa Akui Komitmen Iran terhadap Perjanjian Nuklir
-
Rex Tillerson, Menlu AS
Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan bahwa Republik Islam Iran komitmen dengan kesepakatan nuklir yang ditandatangani dengan Kelompok 5+1.
Menurut situs radio NPR (National Public Radio), Rex Tillerson, Menteri Luar Negeri AS pada Senin (17/7/2017) menegaskan, Iran telah melaksanakan kesepakatan nuklir dan komitmen dengan isi JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif).
NPR yang mengutip statemen para pejabat Gedung Putih menyebut Iran sebagai ancaman serius bagi kepantingan AS.
Pemerintah AS berkewajiban untuk memberikan laporan kepada Kongres terkait komitmen Iran terhadap perjanjian nuklir sekali dalam 90 hari.
Ini adalah laporan kedua pemerintah Donald Trump, Presiden AS kepada Kongres, di mana meski ada penentangan terhadap JCPOA, namun pemerintah Trump terpaksa mengakui komitmen Iran terhadap kewajibannya dalam perjanjian nuklir.
Ben Rhodes, mantan penasihat Barack Obama, mantan Presiden AS mengatakan, pemerintah Trump tidak mampu untuk melarikan diri dari fakta bahwa Iran komitmen terhadap JCPOA.
Menyusul berkuasanya Trump, AS mengambil kebijakan yang lebih keras terhadap Iran. Tehran dan Kelompok 5+1 (Rusia, Cina, Inggris, Perancis, AS ditambah Jerman) menandatangani kesepakatan nuklir pada tanggal 14 Juli 2015 yang dikenal dengan JCPOA.
Kesepakatan ini kemudian disetujui Dewan Keamanan PBB dalam sebuah resolusi nomor 2231 pada tanggal 20 Juli 2015 agar bersifat universal, dan setelah itu pelaksanan JCPOA dimulai pada tanggal 16 Januari 2016. Namun AS sebagai salah satu anggota Kelompok 5+1 selalu melanggar kesepakatan tersebut. (RA)