Ketika Rusia Membalas Sanksi Amerika
https://parstoday.ir/id/news/world-i41854-ketika_rusia_membalas_sanksi_amerika
Moskow mereaksi sanksi baru Washington dengan mengeluarkan perintah pengurangan jumlah diplomat Amerika di Rusia dan menyita sebagian vila milik Kedutaan Besar Amerika di kawasan elit Serebryany Bor di dekat Moskow.
(last modified 2026-07-16T10:11:38+00:00 )
Jul 29, 2017 08:48 Asia/Jakarta

Moskow mereaksi sanksi baru Washington dengan mengeluarkan perintah pengurangan jumlah diplomat Amerika di Rusia dan menyita sebagian vila milik Kedutaan Besar Amerika di kawasan elit Serebryany Bor di dekat Moskow.

Kementerian Luar Negeri Rusia hari Jumat (28/7) mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan, selain pengurangan jumlah para diplomat Amerika, Kedubes Amerika di Moskow sejak awal bulan Agustus tidak berhak menggunakan dua vila diplomatik di pusat Moskow. Pernyataan ini juga menyinggung ratifikasi sanksi baru anti Rusia di Kongres Amerika. Disebutkan bahwa pengesahan itu menunjukkan kembali kebencian yang sedemikian besar Amerika terkait urusan internasional. Sanksi Amerika menarget sebagian urusan energi dan militer Rusia.

Alexei Mukhin, analis politik Rusia meyakini bahwa mereka yang berada di balik sanksi baru anti Rusia di Amerika telah melakukan satu kesalahan besar. Karena dalam penyusunan sanksi ini sama sekali tidak memperhatikan kekhawatiran Rusia.

Pada saat yang sama, Rusia menganggap sanksi baru Amerika ini sebagai pernyataan perang politik terbuka. Sebagaimana Vladimir Putin, Presiden Amerika menyebut sanksi Amerika sebagai langkah congkak dan berdampak berat. Berbeda dengan gambaran pertama Rusia terkait perbaikan hubungan Washington dan Moskow dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika, tapi hingga kini kondisi yang ada bertolak belakang dari anggapan semula.

Tampaknya pengesahan sanksi baru Kongres Amerika telah menutup jalan bagi perbaikan hubungan Rusia dan Amerika, bahkan tidak lama lagi akan meningkatkan tensi antara Moskow dan Washington. Tentu saja ini bertentangan dengan harapan Rusia dengan terpilihnya Trump. Kini terjadi pertentangan hebat di antara struktur tata kelola di Amerika yang terkristal pada Kongres dan pemerintahan Trump terkait menyikapi hubungan dengan Rusia.

Di satu sisi, Donald Trump, Presiden Amerika menginginkan perbaikan hubungan dengan Rusia, bahkan berkerjasama dengannya terkait sejumlah masalah internasional. Tapi langkah Kongres memperluas sanksi terhadap Rusia kemungkinan besar Gedung Putih terpaksa menyetujuinya yang berujung pada tertutupnya jalur untuk memperluas hubungan bilateral. Dengan mencermati penerapan sanksi baru dan lebih luas, tidak ada harapan bagi perbaikan kondisi saat ini dan dimulainya babak baru dalam hubungan bilateral Rusia dan Amerika.

Dapat diprediksi bahwa Rusia akan mengambil langkah-langkah serius dalam mereaksi paket sanksi baru Amerika terhadap berbagai sektor ekonomi Rusia, khususnya bagian energi karena sangat berdampak negatif bagi negara ini. Khususnya bagi Rusia yang sangat bergantung pada pendapatan dari minyak bumi dan gas. Sementara sanksi baru Kongres Amerika tepat menarget sektor ini yang berdampak negatif terkait hubungan ekonomi Rusia dan Uni Eropa.

Reno Buschur, pakar ekonomi Perancis meyakini bahwa Uni Eropa tidak akan mampu memberikan respon terpadu atas langkah terbaru Amerika dan hanya Jerman yang dapat memberikan jawaban realistis terhadap langkah ini.

Tujuan Amerika meningkatkan tekanan berarti terhadap Rusia adalah peringatan atas intervensi negara ini dalam proses pemilu presiden Amerika 2016 yang merupakan garis Amerika Washington dan perubahan kebijakan regional dan internasional Rusia.