Nikki Haley: JCPOA Jangan Dibesar-besarkan
-
Nikki Haley, wakil tetap AS di PBB
Wakil tetap Amerika Serikat di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Nikki Haley menilai sanksi baru Washington terhadap Republik Islam Iran tidak berkaitan dengan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA). Ia berusaha mencitrakan kesepakatan nuklir internasional ini tidak penting.
Menurut laporan IRNA, Nikki Haley Selasa (15/8) juga mengklaim Republik Islam Iran harus memberi jawaban atas peluncuran rudal, dukungan terhadap terorisme dan pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB.
Digulirkannya kembali klaim tak berdasar dan palsu anti Iran oleh Nikki Haley merupakan reaksi atas pidato Presiden Iran Hassan Rouhani hari Selatan di sidang terbuka parlemen negara ini.
Rouhan di pidatonya seraya menekanakan abhwa pemerintah baru Amerika harus menyadari pengalaman gagal sanksi dan ancaman pemerintah sebelumnya pada akhirnya memaksa mereka ke meja perundingan, mengingatkan, jika Amerika berminat kembali ke pengalaman tersebut, pastinya Iran dalam waktu yang singkat, tidak membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan, tapi hanya hitungan jam dan hari akan kembali ke kondisi terbaik di banding dengan awal perundingan.
Pejabat Amerika berbeda dengan sikap lain anggota Kelompok 5+1, senantiasa ingin merusak JCPOA.
Sabotase Amerika terhadap JCPOA berlangsung ketika menurut pengakuan laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), PBB dan Dewan Keamanan, Republik Islam Iran senantiasa menjalankan komitmenya terkait JCPOA.
Amerika mengklaim bahwa uji coba rudal Iran bertentangan dengan resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB dan uji coba tersebut mencakup rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir.
Di sisi lain, Nabila Massrali, juru bicara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa baru-baru ini menyatakan uji coba rudal Iran tidak melanggar JCPOA. (MF)