Soal Nuklir Iran, AS Ingin Ulangi Kebohongan di Irak
-
Bendera Iran dan Presiden Donald Trump
Sebuah kabar Inggris menyebut kebohongan Gedung Putih tentang Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) sama seperti kebohongan mereka terkait keberadaan senjata pemusnah massal di Irak.
The Guardian pada Senin 28/8/2017) menulis, langkah AS untuk memperkenalkan Iran sebagai pelanggar kesepakatan nuklir sama seperti politisasi data intelijen oleh pemerintahan George W. Bush tentang senjata pemusnah massal Irak.
"Gedung Putih menekan lembaga-lembaga intelijen AS untuk mencari-cari alasan sehingga bisa memperkenalkan Iran sebagai pihak yang melanggar kesepakatan nuklir," kata The Guardian.
Padahal, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), PBB dan Dewan Keamanan dalam berbagai laporannya selalu mengakui kepatuhan Iran terhadap semua komitmennya dalam JCPOA.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini baru-baru ini juga menegaskan JCPOA adalah sebuah kesepakatan internasional dan terkait dengan masyarakat dunia. Ia bukan sebuah kesepakatan bilateral yang bisa dirubah. (RM)