Protes Rusia terhadap Penyebaran Sistem Anti Rudal AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i47937-protes_rusia_terhadap_penyebaran_sistem_anti_rudal_as
Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan, penempatan sistem anti-rudal milik Amerika Serikat di Eropa –seperti halnya penyebaran pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) – akan menyebabkan "melemahnya" keamanan Rusia.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Des 09, 2017 12:39 Asia/Jakarta

Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan, penempatan sistem anti-rudal milik Amerika Serikat di Eropa –seperti halnya penyebaran pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) – akan menyebabkan "melemahnya" keamanan Rusia.

Sergei Lavrov mengatakan hal itu dalam pernyataannya dalam pertemuan para Menlu Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) yang digelar di Wina pada Jumat, 8 Desember 2017.

Sebelumnya, Sergei Ryabkov, Wamenlu Rusia juga mengatakan bahwa sejumlah langkah terbaru AS termasuk pengalokasian dana untuk memperluas sistem anti-rudal berbasis darat dalam anggaran militernya tahun 2018 telah menyebabkan kekhawatiran Moskow, sebab, AS tidak komitmen terhadap Traktat Angkatan Nuklir Jangka Menengah (Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty, INF) tahun 1987.

Rusia telah berulang kali memperingatkan penempatan sistem anti-rudal AS di Eropa, dimana langkah itu dilakukan dalam kerangka kebijakan NATO. Rencana AS untuk menyebarkan sistem anti-rudal di Eropa hingga sekarang telah melewati beberapa tahap.

Sistem anti-rudal AS.

Rencana penyebaran perisai rudal yang disampaikan George W. Bush pada 2007 meliputi penempatan komponen-komponen sistem perisai rudal di Republik Ceko dan Polandia. Desakan pemerintah Bush untuk melaksanakan rencana tersebut dan persetujuan dua negara Eropa Timur: yaitu Republik Ceko dan Polandia telah menyebabkan masalah itu berubah menjadi poros utama perselisihan antara Rusia dan AS hingga tahun-tahun akhir pemerintahaan Bush. Rencana tersebut akhirnya belum terealisasi hingga akhir pemerintahannya.

Menyusul dimulainya pemerintahan Barack Obama, dunia menyaksikan kelanjutan rencana penyebaran sistem-sistem anti-rudal AS di Eropa dalam format baru. Menurut rencana, penempatan sistem-sistem ini akan selesai dalam tiga tahap di negara-negara seperti Turki (Laut Mediterania), Rumania dan Polandia pada 2018.

Pemimpin-pemimpin NATO telah sepakat dengan penyebaran sistem anti-rudal AS di Eropa. Persetujuan ini diumumkan dalam pertemuan mereka di Lisbon, ibukota Portugal pada tahun 2010. Sergey Rekda, seorang pakar Rusia, meyakini bahwa terdapat isu-isu provokatif di NATO yang menunjukkan bahwa pakta tersebut tidak memiliki kecenderungan untuk mengurangi ketegangan dengan Rusia.

Rencana AS hingga sekarang telah dilaksanakan dalam dua tahap terutama penempatan sistem anti-rudal di Rumania, yaitu di pangkalan udara Deveselu. Langkah ini menuai protes keras dari Rusia. Menurut pandangan Rusia, penyebaran sistem anti-rudal AS yang meliputi  peluncur MK-41 –yang mampu menarget rudal-rudal jelajah– adalah bertentangan dengan Traktat INF. Sebab,  berdasarkan traktat tersebut, Rusia dan AS telah sepakat untuk melarang penyebaran rudal nuklir jarak menengah seperti itu di Eropa.

Menurut Steven Pifer, seorang pakar militer, salah satu penghambat pencapaian kesepakatan terkait dengan sistem anti-rudal adalah tuntutan Rusia kepada AS untuk memberikan jaminan keamanan.

Yang pasti, Moskow menilai penyebaran sistem-sistem anti-rudal AS di Eropa yang memiliki kemampuan untuk mencegat rudal-rudal nuklir strategis Rusia sebagai langkah untuk menggagalkan kemampuan ofensif nuklir negara ini. Meski demikian, berbagai bukti menunjukkan bahwa AS bertekad untuk melanjutkan rencananya terkait penyeberan sistem anti-rudalnya di Eropa.(RA)