Rusia Keluar, AS Masih Betah di Suriah
-
Vladimir Putin Bersama Bashar al-Assad
Ketika Rusia menarik pasukannya dari Suriah, Amerika Serika memilih untuk tetap bercokol di negara ini.
Sputnik melaporkan, Philip Giraldi, mantan staf Dinas Rahasia AS (CIA) menyatakan, Amerika setelah Rusia menarik pasukannya dari Suriah, masih berminat menempatkan peralatan perangnya di negara ini sehingga mampu memainkan peran signifikan dalam menentukan masa depan politik di Damaskus.
Giraldi menjelaskan, AS dengen berpartisipasi di perundingan mendatang terkait masa depan politik Suriah dan era pasca perang di negara ini akan berusaha melegalkan kehadirannya di Suriah.
Eric Pahon, juru bicara Departemen Pertahanan AS (Pentagon), juga menyatakan bahwa penarikan pasukan Rusia dari wilayah Suriah tidak akan berpengaruh pada prioritas militer Amerika di negara ini.
Presiden Rusia Vladimir Putin setibanya di pangkalan militer Khmeimim, Provinsi Latakia di barat Suriah, menginstruksikan penarikan pasukannya dari wilayah negara ini. (MF)