AS Masih Getol Intervensi Militer di Suriah
-
Militer Amerika
Gedung Putih dan petinggi Amerika dilaporkan masih tetap mensabotase pemerintah legal dan rakyat Suriha. Berita terbaru menunjukkan Menteri Pertahanan AS, James Mattis mengatakan, jumlah warga non militer Amerika termasuk kontraktor dan diplomat di Suriah terus bertambah.
Menurut laporan Reuters, sekitar 2000 militer Amerika Serikat sampai saat ini masih ditempatkan di Suriah.
Statemen menhan AS dirilis di saat pasukan relawan rakyat dan militer Suriah selama beberapa bulan terakhir meraih kemenangan besar.
Pemerintah Amerika dengan dalih memerangi kelompok teroris, secara ilegal menduduki wilayah Suriah. Padahal menurut pengakuan petinggi AS, Washington termasuk pemicu kemunculan kelompok teroris termasuk Daesh.
Berdasarkan berbagai laporan resmi, Amerika sampai saat ini memberikan senjata dan peralatan logistik perang senilai miliaran dolar kepada kelompok teroris di Suriah dan Irak.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov sebelumnya menjelaskan, justifikasi petinggi Departemen Pertahanan AS (Pentagon) terkait niat Amerika untuk tetap bercokol di Suriah hingga terealisasinya solusi politik di negara ini tidak dapat diterima.
Krisis Suriah meletus sejak tahun 2011 seiring dengan serbuan besar-besaran kelompok teroris dukungan Arab Saudi, Amerika dan sekutunya untuk mengubah konstelasi regional demi keuntungan rezim Zionis Israel. (MF)