Indikasi Perbaikan Hubungan Korsel dan Korut
Korea Selatan menyambut baik pengumuman Pemimpin Korea Utara soal terbukanya pintu perundingan antara Pyongyang dan Seoul.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, mengapresiasi pesan Presiden Kim Jong-un Pemimpin Korea Utara menyambut tahun baru, serta pengumuman terbukanya pintu dialog untuk menyelesaikan konflik kedua negara. Dalam sebueh pidato menyambut tahun baru 2018, Pemimpin Korea Utara selain peringatan ke Amerika Serikat, dia mengumumkan keterbukaan perundingan dengan Korea Selatan dan mengatakan sebuah delegasi atlet Korea Utara akan diikutsertakan dalam Olimpiade Musim Dingin Korea Selatan.
Turnamen itu merupakan kesempatan besar untuk menggunakan diplomasi olahraga demi memperkuat konvergensi antara Seoul dan Pyongyang. Meski demikian, pengiriman atlet Korea Utara ke Korea Selatan bukan hal baru, dan sebelumnya mereka juga berpartisipasi dalam Korean Games di Incheon. Pemimpin kedua negara telah menyadari bahwa satu-satunya solusi untuk perbedaan antara kedua negara adalah dialog dan pemahaman.
Semenanjung Korea, terbagi menjadi dua bagian Utara dan Selatan setelah Perang Dunia Kedua dan pasca Perang Korea pada awal dekade 50-an. Meski demikian kedua pihak sangat condong pada unifikasi dan telah diambil langkah-langkah signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ada beberapa masalah dan hambatan untuk saat ini, yang pertama adalah situasi militer dan industri yang tidak seimbang di kedua Korea.
Daniel Vernet, seorang analis politik dalam hal ini mengatakan, semua tetangga Korea Utara sekarang menuntut stabilisasi situasi saat ini di Semenanjung Korea, tapi bukan posisinya yang berarti mengakui Korea Utara sebagai kekuatan nuklir.
Sebagai tambahan, Amerika Serikat merupakan penentang terhadap persatuan dan konvergensi antara Korea Selatan dan Korea Utara, dan kapan pun saja transformasi mengarah pada dialog, Amerika Serikat selalu melacarkan interferensi untuk mencegah unifikasi Korea. Amerika Serikat telah mengupayakan kepentingannya dalam mengelola krisis di Semenanjung Korea.
Oleh karena itu, AS juga meningkatkan tekanannya kepada Cina dan memperkuat posisi militernya di Korea Selatan dan Jepang. Para analis percaya bahwa syarat dialog dan perundingan antara Korsel dan Korut, adalah menghindari dari segala langkah provokatif.
Igor Marguliev, seorang analis politik mengemukan, diperlukan peta jalan mencakup paket langkah praktis secara bersamaan guna membangun mekanisme proporsional untuk memperkuat perdamaian dan keamanan di wilayah Asia Timur Laut dan Semenanjung Korea dan demi menyelesaikan masalah keamanan yang harus mencakup mekanisme multi fase guna mewujudkan dialog yang konstruktif dan tanpa prasyarat.
Bagaimanapun, para pemimpin dan pejabat Korea Selatan dan Korea Utara telah berulang kali menyatakan kesediaan mereka untuk berunding untuk menyelesaikan masalah kedua negara serta mengambil langkah-langkah kongkret untuk mencapai tujuan ini. Namun penting bagi Korea Selatan untuk mengambil langkah independen dan menghentikan program militernya dengan Amerika Serikat, termasuk serangkaian manuver militer bersama Washington, demi menciptakan atmosfer kepercayaan sehingga forum dialog dan penyelesaian friksi dapat terwujudkan.(MZ)