Tillerson: AS Akan Pertahankan Pasukannya di Suriah
-
Rex Tillerson
Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson mengumumkan bahwa militer AS akan tetap dipertahankan di Suriah tanpa batas waktu, seraya mengemukakan rencana AS untuk memajukan transisi politik di negara tersebut, serta menyerukan kerjasama yang lebih erat dengan Rusia guna menghindari konflik di "zona de-eskalasi".
Dalam sebuah pidato tentang masa depan perang Suriah di Universitas Stanford, California, pada hari Rabu (17/1/2018), Tillerson menyatakan, mari kita perjelas, Amerika Serikat akan mempertahankan kehadiran militernya di Suriah, berfokus agar memastikan Daesh tidak muncul kembali. Hal itu dikemukakannya dengan mengulang klaim Gedung Putih bahwa tidak ada tempat bagi Presiden Bashar al-Assad dalam masa depan Suriah.
Menurut data Pentagon yang dirilis pada bulan Desember, sedikitnya terdapat 2.000 tentara AS di Suriah.
Lebih lanjut Tillerson menguraikan rencana AS untuk melemahkan pemerintah Suriah, guna mendorong transisi politik yang lebih cepat di negara itu dan mengatakan, kami akan mencegah hubungan ekonomi antara rezim Assad dan negara lain ... Begitu Assad lengser dari kekuasaan, Amerika Serikat dengan senang hati akan mendorong normalisasi hubungan ekonomi antara Suriah dan negara-negara lain.
Koalisi yang konon anti-Daesh di bawah komando Amerika Serikat beberapa hari terakhir berusaha membentuk sebuah pasukan militan yang disebut "Pasukan Keamanan Perbatasan" di wilayah Suriah yang dikuasai Kurdi dengan 30.000 personil. Koalisi anti-Daesh itu pada praktisnya menjadi pencipta dan sponsor kelompok teroris di kawasan.(MZ)