Protes Korut terhadap Koalisi Militer Korsel-AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i50603-protes_korut_terhadap_koalisi_militer_korsel_as
Korea Utara mengecam koalisi AS-Korea Selatan serta aksi militer kedua negara ini untuk menghancurkan Pyongyang. Korut mengumumkan bahwa upaya tersebut bisa membuat proses dialog kedua Korea terhenti.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Jan 28, 2018 15:22 Asia/Jakarta

Korea Utara mengecam koalisi AS-Korea Selatan serta aksi militer kedua negara ini untuk menghancurkan Pyongyang. Korut mengumumkan bahwa upaya tersebut bisa membuat proses dialog kedua Korea terhenti.

Koran Rodong Sinmun Korea Utara di laporannya menulis, pemerintah Seoul harus menyadari bahwa perluasan kerja sama militer negara ini dengan Amerika serta eskalasi ancaman anti Pyongyang oleh kedua negara ini akan menghancurkan peluang yang ada bagi perundingan dan pemulihan hubungan kedua Korea.

Menurut koran ini, pemerintah Seoul bergerak di bawah pengaruh Washington dan berbeda dengan persatuan kedua Korea. Dan kini tiba saatnya petinggi Korea Selatan bertindak lebih rasional.

Peringatan Korut kepada Korsel digulirkan sehari setelah Amerika dan Korea Selatan membenarkan dimulainya manuver gabungan kedua negara setelah berakhirnya Olimpiade Musim Dingin 2018.

Korsel-Korut

Mengingat bahwa Korsel sekutu Amerika Serikat di Asia Timur, maka Seoul tidak dapat mengambil langkah yang menyimpang dari pendekatan dan kebijakan Washington di kawasan. Oleh karena itu, ketika delegasi kedua Korea setelah dua tahun mulai berunding untuk menghapus tensi dan partisipasi lebih baik tim olah raga Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin Korea Selatan, Amerika dengan berbagai cara berusaha mensabotase upaya tersebut. Hal ini karena Washington tidak pernah menginginkan konvergensi antara kedua Korea ke arah persatuan.

Di sisi lain, kembalinya kawasan ke arah tensi dan konfrontasi bisa berakibat pada tidak terkontrolnya kondisi. Jika hal ini terjadi maka pencundang utama adalah Korea Selatan.

Aleksey Pushkov, pengamat politik dari Rusia mengatakan, "Jika meletus perang di Semenanjung Korea, Korea Selatan dan Seoul sebagai ibukota negara ini akan mendapat ancaman serius. Pangkalan militer Amerika di Korsel menjadi target utama Korea Utara, instalasi nuklir Korsel akan musnah dan ancaman penyebaran radio aktif akan meliputi seluruh Semenanjung Korea."

Dengan demikian Korea Utara seraya menunjukkan lampu hijau kepada Korsel, berusaha menjadikan dialog sebagai pengganti tensi serta konfrontasi. Selain untuk menjinakkan kebijakan ofensif AS terhadap Korut, Pyongyang dengan upayanya tersebut ingin memanajemen krisis regional.

Manuver Gabungan Korsel dan AS

Sementara itu, Amerika yang ingin menekan lebih keras Cina, menarget Pyongyang dengan represi militer dan pengumuman manuver gabungan terbaru juga dimaksudkan untuk merusak hasil perundingan kedua Korea yang ingin mengakhiri tensi di antara mereka. Menurut para pengamat dampak dari upaya Amerika ini akan berimbas kepada Seoul.

Rodriguez Frank, pengamat politik dari Universitas Wina mengatakan, "Jika meletus bentrokan militer di Semenanjung Korea, terlepas dari dampak geopolitiknya, yang akan terjadi di Semenanjung Korea adalah kehancuran dengan jutaan jenazah."

Bagaimana pun juga, pertemuan delegasi Korea Selatan dan Utara serta kesepakatan kedua negara memanfaatkan bendera bersama di Olimpiade Musim Dingin Korsel menunjukkan kecenderungan pemerintah negara tersebut untuk kembali ke era Presiden Korsel Kim Dae-jung di tahun 1998-2003 dengan kebijakan Matahari Bersinar (The Sunshine Policy) serta Presiden Korsel saat ini, Moon Jae-in harus menunjukkan keberanian dan independensi lebih besar di kebijakannya jika ingin upayanya meraih perdamaian mencapai kesuksesan. (MF)