Klaim Turki Gagalkan Konspirasi AS di Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i50661-klaim_turki_gagalkan_konspirasi_as_di_suriah
Deputi Perdana Menteri Turki mengatakan, Turki berhasil menggagalkan rencana para pendukung Amerika Serikat dengan membersihkan Manbij di utara Suriah dari keberadaan pasukan Kurdi penentang pemerintah Ankara.
(last modified 2026-06-14T18:16:20+00:00 )
Jan 29, 2018 15:29 Asia/Jakarta

Deputi Perdana Menteri Turki mengatakan, Turki berhasil menggagalkan rencana para pendukung Amerika Serikat dengan membersihkan Manbij di utara Suriah dari keberadaan pasukan Kurdi penentang pemerintah Ankara.

Bekir Bozdag, Deputi PM Turki sekaligus juru bicara pemerintah negara itu, Ahad (28/1) mengumumkan, selama pejabat Amerika tidak mengakhiri kebijakan ekspansionismenya di kawasan, pemerintah Turki pasti akan terus menggagalkan konspirasi-konspirasi semacam ini.

Bozdag menambahkan, Turki tidak akan membiarkan langkah-langkah yang bisa mengancam keamanan perbatasan Turki dan Suriah, dilakukan dan tidak ragu memerangi secara langsung pihak-pihak yang berada di balik konspirasi-konspirasi tersebut.

Bekir Bozdag

Tujuan asli operasi "Ranting Zaitun" yang dilancarkan pasukan Turki, sebagaimana diklaim Ankara, adalah membersihkan wilayah utara Suriah dari keberadaan pasukan Kurdi penentang pemerintah Ankara dan menciptakan keamanan di wilayah itu.

Apa yang diutarakan Deputi PM Turki itu tidak lain adalah gambaran proyek Timur Tengah Raya yang selama bertahun-tahun berupaya direalisasikan namun gagal berkat kewaspadaan negara-negara kawasan, terutama gerakan perlawanan yang selalu mencegah realisasi proyek-proyek Amerika.

Di sisi lain, krisis Suriah dan Irak sebenarnya telah membuka peluang baru bagi Amerika dan rezim Zionis Israel untuk memulai kembali proyek Timur Tengah Raya dengan memecah belah negara-negara kawasan.

Membentuk berbagai milisi bersenjata di seluruh penjuru Suriah, mendukung kelompok teroris Daesh, dan mempersenjatai milisi etnis di Suriah dan Irak, semuanya merupakan bagian dari upaya Amerika untuk memecah negara-negara itu menjadi beberapa bagian kecil dan mencegah hilangnya kemampuan infiltrasinya dalam konstelasi regional.

Kemudian masing-masing bagian yang terpecah dari negara-negara itu, nantinya akan menjadi pangkalan dan zona aman bagi para teroris, lalu berubah menjadi pusat terorisme di kawasan. Dengan begitu, proyek-proyek Israel dan Amerika untuk menyerang masyarakat kawasan bisa direalisasikan.

Alexander Dugin, seorang analis politik Rusia terkait hal ini mengatakan, salah satu bagian dari proyek Timur Tengah Raya mencakup dukungan Amerika atas kelompok-kelompok Kurdi untuk mendirikan negara merdeka di kawasan, sebuah masalah yang menunjukkan berlanjutnya imperialisme baru Amerika.

Tentara Amerika

Dugin menambahkan, Amerika sepanjang perang Suriah mendukung penuh milisi bersenjata Kurdi di negara itu dengan memanfaatkan agen-agen keamanannya dan mengirim senjata kepada mereka. 

Hal terpenting di tengah semua ini adalah menjaga stabilitas dan keamanan kawasan, sebuah masalah yang mensyaratkan dukungan atas seluruh integritas teritorial negara-negara kawasan dan mencegah perpecahan.

Harapan itu juga disampaikan oleh pemerintah Turki yang tetap mengklaim bahwa operasi militer bersandi Ranting Zaitun yang dilancarkan pasukannya adalah untuk kepentingan tetangganya dan warga Suriah. Semestinya selain mengklaim memerangi teroris, Turki juga memperhatikan warga negara tetangganya sendiri. (HS)