Cara Lain Trump Memeras Arab Saudi di Suriah
-
Donald Trump dan Mohammed bin Salman
Dalam sidang Dewan Keamanan Nasional Amerika yang dipenuhi ketegangan, Donald Trump, Presiden Amerika kembali meminta biaya kehadiran militer negara ini di Suriah dibayar oleh negara-negara kaya kawasan Asia Barat.
Presiden Amerika ketika mereaksi rekomendasi para penasihat keamanannya bahwa menarik segera pasukan Amerika dari Suriah bukan keputusan bijaksana mengatakan, mengapa negara-negara regional, khususnya negara-negara kaya kawasan Teluk Persia tidak melibatkan diri dalam konflik ini?
Sebelumnya, Trump dalam konferensi pers bersama tiga kepala negara Baltik di Gedung Putih meminta negara-negara kawasan Asia Barat membayar biaya berlanjutnya kehadiran militer Amerika di Suriah. Media-media memberitakan bahwa Trump dalam pertemuan terbarunya dengan Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi di Washington meminta Riyadh membayar 4 miliar dolar. Tentu saja, perkiraan menunjukkan bahwa biaya langsung dan tidak langsung dari intervensi militer AS di wilayah Asia Barat telah melebihi 4 miliar dolar.
Bukti-bukti yang tidak dapat disembunyikan menunjukkan biaya pembentukan kelompok-kelompok teroris Takfiri seperti kelompok Daesh (ISIS) didapat dari negara-negara seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Negara-negara ini telah membiayai upaya melengserkan pemerintah Suriah sebanyak miliaran dolar. Membentuk pasukan dari teroris pribumi dan internasional di Suriah, mempersenjatai mereka dan membayar gaji besar anasir asing tanpa bantuan negara dan sebagian sheikh kaya di sejumlah negara-negara Teluk Persia tidak akan mungkin terealisasikan. Namun ternyata dana besar ini pada akhirnya tidak mampu membuat koalisi Arab dan Barat mencapai kemenangan militer dan politik di Suriah.
Sekalipun demikian, pasca kegagalan skenario melengserkan pemerintah Suriah dan menaikkan penguasa boneka di negara ini, fase kedua memerah kekayaan negara-negara regional dalam format tipuan keinginan Amerika keluar dari Suriah. Beberapa waktu lalu, Donald Trump menyatakan pasukan Amerika akan segera ditarik dari Suriah. Ia menyebut alasan keputusan ini adalah tidak ingin mengulangi kesalahan pemerintah Amerika sebelumnya yang telah mengalokasikan 7 trilyun dolar untuk perang tanpa hasil di kawasan.
Publikasi berita ini mengkhawatirkan sekutu Washington di kawasan, mulai dari Riyadh sampai Tel Aviv. Arab Saudi dan Israel mencemaskan keluarnya militer AS dari Suriah karena dengan demikian, militer negara ini dengan bantuan Rusia, Iran dan Hizbullah Lebanon dapat membersihkan teritorial Suriah dari keberadaan pasukan Daesh dan kelompok-kelompok teroris yang berafiliasi dengan Arab yang dipimpin Arab Saudi. Oleh karenanya, Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi dan Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel dalam pernyataan terpisah menyebut keluarnya Amerika dari Suriah sangat berbahaya.
Dari sini, tampaknya Presiden Amerika ingin mengirim tagihan intervensi militer negara ini di kawasan Asia Barat bagi sekutunya agar tekanan finansial terhadap para pembayar pajak Amerika semakin ringan. Keinginan Arab Saudi dan Zionis Israel untuk membentuk Timur Tengah Raya saat ini telah berubah menjadi sumber pemasukan Amerika dalam "perdagangan perang" di kawasan penuh krisis Asia Barat.