Ancaman Amerika Serang Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i54802-ancaman_amerika_serang_suriah
Para pejabat Washington mulai lantang berbicara tentang serangan militer ke Suriah, setelah AS dan sekutunya gagal membahas kasus serangan kimia di Douma, Ghouta Timur di Dewan Keamanan PBB.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 10, 2018 12:55 Asia/Jakarta
  • Skenario serangan militer AS dan sekutunya ke Suriah.
    Skenario serangan militer AS dan sekutunya ke Suriah.

Para pejabat Washington mulai lantang berbicara tentang serangan militer ke Suriah, setelah AS dan sekutunya gagal membahas kasus serangan kimia di Douma, Ghouta Timur di Dewan Keamanan PBB.

Presiden Donald Trump mengatakan pada Senin (9/4/2018) malam waktu setempat bahwa AS akan membuat keputusan penting tentang Suriah dalam 24 hingga 48 jam ke depan. "Opsi militer tetap di atas meja dan para petinggi militer AS sedang mempelajari tindakan apa yang akan diambil dalam menanggapi serangan kimia di Douma," tegasnya.

AS dan sekutu di Eropa dan Arab mengklaim bahwa pemerintah dan tentara Suriah bertanggung jawab atas serangan kimia di Douma, Ghouta Timur. Oleh karena itu, sidang Dewan Keamanan PBB digelar untuk mengutuk Damaskus dan sekutunya dalam perang tujuh tahun di Suriah.

Namun, investigasi apapun belum dilakukan terhadap kasus ini dan tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan langsung atau tidak langsung pemerintah Suriah.

AS dan sekutunya selalu menggunakan klaim yang belum terbukti untuk mencegah kekalahan teroris dan pemberontak di Suriah. Dengan cara ini, Washington ingin mempertahankan kehadiran jangka panjang di negara tersebut.

15 tahun lalu, AS menyerang Irak atas dasar klaim palsu dan membuat ratusan ribu orang terbunuh. Aktor utama dalam sandiwara ini, Menteri Luar Negeri AS waktu itu, Colin Powell kemudian mengakui bahwa informasi yang diberikan di sidang Dewan Keamanan pada April 2003 tentang keberadaan senjata pemusnah massal Irak adalah palsu.

Saat ini, dunia berada di ambang perang lain berdasarkan informasi yang tidak valid dan kali ini di Suriah. Serangan potensial AS ke Suriah tampaknya akan lebih luas dibandingkan dengan serangan ke pangkalan al-Sha'irat pada tahun 2017. Trump secara eksplisit mengancam akan mengambil tindakan terhadap Rusia dan Iran.

Terlepas dari seberapa besar kemungkinan dan tingkat keberhasilan dari tindakan itu, koalisi pimpinan AS sedang berusaha menyebarkan api perang Suriah ke seluruh Asia Barat. Padahal, Dewan Keamanan – sebagai penjamin perdamaian dan keamanan dunia – belum mengeluarkan mandat untuk serangan militer AS dan sekutunya di Suriah. Dengan demikian, setiap tindakan militer akan melanggar kedaulatan nasional Suriah, yang tentu saja akan dibalas.

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia dalam sidang Dewan Keamanan pada Senin malam, secara tegas memperingatkan Washington bahwa tindakan militer di Suriah bisa menyebabkan konsekuensi serius.

Pengalaman menunjukkan bahwa masuk ke sebuah perang adalah langkah mudah, tapi sangat sulit untuk keluar darinya. Rakyat Amerika setelah 15 tahun, masih harus membayar biaya mahal atas kebohongan pemerintahan Bush dalam invasi ke Irak.

Mengulangi pengalaman ini di Suriah – di sebuah negara yang memiliki sekutu regional dan trans-regional yang kuat – dapat mempengaruhi kehidupan generasi selanjutnya Amerika. (RM)