Blunder Erdogan dan Agresi AS ke Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i55162-blunder_erdogan_dan_agresi_as_ke_suriah
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengklaim serangan militer ke wilayah utara Suriah bertujuan untuk menumpas teroris.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 16, 2018 14:37 Asia/Jakarta
  • Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan
    Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengklaim serangan militer ke wilayah utara Suriah bertujuan untuk menumpas teroris.

Statemen terbaru Erdogan di Ankara tersebut mengemuka di saat Turki selama ini menjadi pendukung kelompok-kelompok teroris yang beroperasi di Suriah, terutama Daesh dan Front Al-Nusra.

Hubungan gelap ini diketahui berbagai pihak dan dipublikasikan oleh berbagai media regional dan global. Hingga kini Ankara juga tidak bisa memberikan bukti untuk mengelak dari fakta tersebut. Oleh karena itu, klaim terbaru Erdogan yang menyatakan bahwa operasi militer di wilayah utara Suriah untuk menumpas teroris hanya alasan belaka untuk menutupi kepentingannya, sekaligus memperlihatkan ketidakseriusan Ankara menumpas terorisme.

Tapi di sisi lain, pengamat politik menilai keterlibatan Turki berada satu barisan dengan Iran dan Rusia dalam masalah krisis Suriah sebagai tindakan positif pemerintah Ankara.

serangan udara AS dan sekutunya ke Suriah

 

Tampaknya, Turki sedang bermain dua kaki dalam masalah Suriah. Indikasi ini bisa dicermati dari statemen Erdogan yang mendukung serangan udara AS bersama Inggris dan Perancis ke Suriah. Presiden Turki dalam pertemuan Kongres Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) ke-6 menilai serangan udara AS dan sekutunya ke Suriah sebagai aksi tepat.

Menyikapi masalah ini, analis politik regional, Ali Bala Hoseynov mengungkapkan bahwa dukungan Turki terhadap agresi militer AS sudah bisa diprediksi sebelumnya, sebab Turki bagian dari anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Dengan posisinya tersebut, Turki jelas harus mendukung Barat.

Klaim Erdogan membela serangan militernya di wilayah utara Suriah untuk menumpas teroris memicu reaksi dari berbagai kalangan, termasuk di dalam negeri Turki sendiri.

Analis politik Turki, Dogu Perincek mempersoalkan bukti klaim Erdogan tersebut. Ketua Partai Patriotik Turki ini juga  menentang serangan udara AS dan sekutunya ke Suriah. Perincek mengungkapkan, "Pemerintahan Recep Tayyip Erdogan seharusnya menentang serangan militer AS ke Suriah. Tapi sebaliknya, Ankara justru bungkam, bahkan mendukung sikap Washington yang akan berujung ancaman lebih besar bagi keamanan nasional Turki. Oleh karena itu, Turki harus bersikap tegas seperti Iran dan Rusia terhadap serangan AS dan sekutunya ke Suriah,".

Reaksi partai oposisi  dan berbagi kalangan di Turki tersebut menunjukkan bahwa sikap Erdogan yang mendukung serangan udara AS dan sekutunya ke Suriah sebagai tindakan yang tidak logis dan bertentangan dengan kepentingan nasional negara mereka.(PH)