Penilaian tentang Pertemuan Trump dan Putin
https://parstoday.ir/id/news/world-i59847-penilaian_tentang_pertemuan_trump_dan_putin
Juru bicara Pemerintah Rusia, Dmitry Peskov mengatakan, ada perbedaan serius antara Rusia dan Amerika Serikat dan pertemuan mendatang Presiden Vladimir Putin dan Presiden Donald Trump akan sangat sulit. Jadi, tidak seharusnya berharap banyak dari pertemuan ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 14, 2018 10:12 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
    Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Juru bicara Pemerintah Rusia, Dmitry Peskov mengatakan, ada perbedaan serius antara Rusia dan Amerika Serikat dan pertemuan mendatang Presiden Vladimir Putin dan Presiden Donald Trump akan sangat sulit. Jadi, tidak seharusnya berharap banyak dari pertemuan ini.

Dengan melihat perbedaan pandangan kedua negara, Peskov memperkirakan bahwa pembicaraan Putin dan Trump di Helsinki, Finlandia pada 16 Juli nanti akan sangat sulit dan sepertinya tidak ada sesuatu yang lebih sulit dari ini.

Tentu benar-benar tidak realistis jika berharap banyak dari pertemuan presiden Rusia dan AS. Dalam situasi normal saja, dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mempersiapkan pembicaraan penting ini, apalagi dalam situasi sekarang ini.

Pertemuan Trump dan Putin sejatinya dapat menjadi sebuah kesempatan untuk membicarakan berbagai isu yang menjadi kekhawatiran kedua pihak. AS dan Rusia dapat mencapai pemahaman bersama dengan menyelesaikan perbedaan mereka.

Namun, KTT Helsinki juga bisa menjadi sebuah peristiwa berbahaya yang akan membawa hasil negatif. Sebab, kolusi Trump-Rusia dalam pilpres 2016 masih terus diselidiki oleh jaksa Amerika dan ia sendiri dalam beberapa kesempatan memuji Putin dan merendahkan sekutu terdekat Washington di Eropa.

KTT semacam ini terbilang sangat berisiko dan keuntungannya pun sulit ditebak. Perseteruan Trump dengan para pemimpin Eropa dan NATO tentang peningkatan anggaran militer dan juga penambahan tarif impor, telah memicu kekhawatiran di Amerika sendiri. Trump diduga menekan Eropa untuk memberikan konsesi kepada Rusia.

Protes kunjungan Trump ke London.

Trump percaya bahwa pertemuannya dengan Presiden Putin kemungkinan akan menjadi agenda yang paling mudah untuk dilakoni selama turnya ke Eropa. Namun, banyak pihak di AS mengkhawatirkan pertemuan tersebut dan mereka meminta Trump untuk tidak merusak hasil jerih payah para pendahulunya.

Mantan Direktur Badan Intelijen Nasional AS, James Clapper dalam sebuah wawancara dengan France 24, menyambut rencana pertemuan Trump dan Putin, tetapi memperingatkan bahwa ini harus dipersiapkan dengan baik dan tidak seperti pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara di Singapura.

Salah seorang mantan pejabat intelijen AS dan pakar masalah Rusia, Jeffrey Edmonds mengatakan, Trump mungkin akan tampil lemah atau melakukan tindakan konyol, namun Putin akan mempersiapkan diri dengan baik untuk pertemuan seperti ini.

Mantan Penasihat Keamanan Nasional AS, Susan Rice menuturkan bahwa dalam pertemuan pekan depan antara Trump dan Putin, AS mungkin saja akan kehilangan banyak hal dengan tanpa memperoleh banyak pencapaian.

Sikap konyol Trump dalam kebijakan luar negeri semakin meningkatkan kekhawatiran di kalangan para politisi Amerika. Mereka percaya bahwa Trump tidak memiliki kesiapan dan pengalaman yang cukup untuk melakukan perundingan terkait isu-isu penting dunia.

Pengalaman menunjukkan bahwa Trump bersikap pasif dalam banyak pertemuan penting internasional dan tidak membawa pencapaian tertentu bagi Amerika, tidak terkecuali pembicaraannya dengan Putin nanti di Helsinki. (RM)