G20 dan Isu Perang Dagang AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i60162-g20_dan_isu_perang_dagang_as
Eskalasi tensi ketegangan antara AS dengan Uni Eropa dan Cina dalam masalah perdagangan menjadi perhatian para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara anggota G20 yang bertemu di Argentina.
(last modified 2025-12-14T09:52:47+00:00 )
Jul 23, 2018 19:53 Asia/Jakarta
  • Pertemuan G20 di Argentina
    Pertemuan G20 di Argentina

Eskalasi tensi ketegangan antara AS dengan Uni Eropa dan Cina dalam masalah perdagangan menjadi perhatian para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara anggota G20 yang bertemu di Argentina.

Mereka memandang perdagangan internasional dan investasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi dunia yang membutuhkan dialog dan inovasi, bukan sebaliknya friksi dagang yang terjadi  saat ini. Di akhir acara tersebut, para peserta pertemuan tingkat menteri keuangan G20 mengingatkan dampak destruktif tensi ketegangan geopolitik terhadap pertumbuhan ekonomi global dan  mengingatkan urgensi dialog untuk meredam sengketa perdagangan dewasa ini.

Salah satu agenda utama pertemuan tingkat menteri G20 mengenai sengketa ekonomi antara AS dengan sejumlah negara dunia setelah Gedung Putih mengobarkan perang tarif terhadap sekutunya lama sendiri, Eropa.  Selama beberapa bulan terakhir, kebijakan Presiden AS, Donald Trump memicu kekhawatiran perekonomian Eropa, Cina dan mitra AS lainnya yang menyebabkan mereka bertengkar langsung dalam masalah ekonomi dengan Washington.

Perang ekonomi  yang disulut Trump menyebabkan AS dan Cina membebankan kenaikan tarif produk masing-masing dengan nilai sekitar 34 miliar dolar. Masalah tersebut menyebabkan friksi antara kedua pihak semakin tinggi.

AS juga membebankan kenaikan tarif baja dan alumunium dari Uni Eropa, Kanada dan Meksiko yang mempengaruhi hubungan ekonomi transatlantik. Selain itu, AS berselisih dengan Meksiko dalam masalah perjanjian NAFTA.

Kebijakan perang dagang yang disulut AS berlangsung di saat negara-negara Eropa selama bertahun-tahun mengikuti kebijakan multilateralisme dalam menjaga tatanan perekonomian global. Tapi kini, kebijakan Trump merusaknya. Padahal kebijakan Trump tersebut tidak hanya merugikan seluruh negara yang bersengketa dengan AS, tapi perekonomian AS juga ikut terancam.

Direktur Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde mengatakan bahwa indikasi penurunan pertumbuhan ekonomi global mulai terlihat.

Direktur IMF, Christine Lagarde

Laporan terbaru mengenai pertumbuhan ekonomi global di tahun 2018 dan prediksi tahun 2019 paling tinggi berada di kisaran 3,9 persen. Tapi angka tersebut kemungkinan tidak akan tercapai akibat perang dagang yang terjadi saat ini.

Menteri Keuangan Perancis,  Bruno Le Maire mengatakan AS harus mengambil langkah penting untuk keluar dari perang dagang ini, dan menghormati mitra-mitranya sendiri.

Menteri Keuangan Jerman, Olaf Scholz menyerukan supaya Uni Eropa tidak menyerah menghadapi sengketa dangan Presiden AS, Donald Trump.

Negara-negara Eropa mengkhawatikan berlanjutnya kebijakan perang dagang Trump. Sebagaimana ditegaskan dalam statemen bersama yang disampaikan di akhir pertemuan tingkat menteri G20, eskalasi sengketa dagang dan geopolitik menghalangi pertumbuhan perekonomian global. Mereka juga menegaskan pentingnya multilateralisme dalam tatanan global dewasa ini. Meskipun demikian, mereka menyatakan tidak bersedia berunding dengan AS.

Walaupun pertemuan tingkat menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara anggota G20 tidak membuahkan hasil signifikan, tapi tampaknya tercapai kesepakatan untuk melanjutkan kebijakan multilateralisme di bidang ekonomi serta langkah bersama untuk menghadapi unilateralisme dan perang dagang Washington.(PH)