Analis AS kepada Trump: Dunia tidak Berjalan seperti yang Anda Pikirkan
https://parstoday.ir/id/news/world-i183796-analis_as_kepada_trump_dunia_tidak_berjalan_seperti_yang_anda_pikirkan
Pars Today – Seorang analis Amerika menyebut agresi militer Amerika ke Venezuela sebagai pengulangan kesalahan Washington di Irak dan Afghanistan.
(last modified 2026-01-07T10:59:32+00:00 )
Jan 07, 2026 17:57 Asia/Jakarta
  • David Ignatius
    David Ignatius

Pars Today – Seorang analis Amerika menyebut agresi militer Amerika ke Venezuela sebagai pengulangan kesalahan Washington di Irak dan Afghanistan.

Seperti dilaporkan ISNA, David Ignatius, analis media Amerika "Washington Post", menyebut agresi militer negara ini ke Venezuela sebagai kesalahan lain Washington di Irak dan Afghanistan. Ignatius memperingatkan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, bahwa dengan melakukan agresi militer terhadap Venezuela dengan tujuan menggulingkan pemerintahan negara tersebut, ia sama seperti pemerintah-pemerintah sebelumnya di Amerika Serikat yang menggunakan kekerasan untuk menciptakan perubahan sesuai keinginan mereka.

 

Ia menulis bahwa tidak ada hal yang lebih menggairahkan bagi Presiden Amerika Serikat selain menggunakan kekuatan militer:

“Pada Minggu malam, jelas sekali terdengar antusiasme dalam suara Donald Trump ketika berbicara dengan para wartawan mengenai operasi militer sehari sebelumnya terhadap Venezuela. Namun, perasaan mentah tentang kekuasaan ini disertai dengan kesombongan yang telah membuat hampir semua pemerintahan presiden Amerika dalam tiga dekade terakhir menjadi tidak stabil. Hal ini khususnya berbahaya bagi Trump, yang percaya dirinya lebih cerdas dan lebih keras daripada para pendahulunya, sehingga menjadi jalan licin menuju kejatuhan. Ia tampaknya meyakini bahwa ia bisa mendapatkan apa pun yang diinginkannya—baik presiden, negara, maupun sumber daya—tanpa harus membayar harga. Tetapi dunia tidak bekerja seperti itu.”

 

Ignatius menambahkan: Venezuela menunjukkan sebuah kenyataan yang sering diabaikan tentang Trump; bahwa meskipun semua upayanya untuk memamerkan kekuatan militer Amerika di Venezuela, pemerintahan di Caracas tidak berubah dan semua pejabat pemerintahan, kecuali Maduro, tetap berada di puncak kekuasaan.

 

Analis politik ini juga berpendapat bahwa aspek paling tidak realistis dari kebijakan Trump terhadap Venezuela adalah harapannya agar cadangan minyak besar Venezuela dengan cepat dapat dikuasai oleh perusahaan-perusahaan Amerika.

 

Ignatius menekankan pada akhirnya: “Trump telah memulai sebuah proses penuh kekerasan untuk melakukan perubahan di Venezuela, yang mungkin menghasilkan konsekuensi di luar kendali dirinya.” (MF)