Sanksi AS dan Eropa Hambat Upaya Kemanusiaan di Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i60317-sanksi_as_dan_eropa_hambat_upaya_kemanusiaan_di_suriah
Deputi Perwakilan Tetap Suriah untuk PBB, Abdullah Hallak mengkritik kelanjutan sanksi Amerika Serikat dan Uni Eropa terhadap Damaskus.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 28, 2018 06:46 Asia/Jakarta
  • Deputi Perwakilan Tetap Suriah untuk PBB, Abdullah Hallak.
    Deputi Perwakilan Tetap Suriah untuk PBB, Abdullah Hallak.

Deputi Perwakilan Tetap Suriah untuk PBB, Abdullah Hallak mengkritik kelanjutan sanksi Amerika Serikat dan Uni Eropa terhadap Damaskus.

Pada pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk membahas situasi kemanusiaan di Suriah, Jumat (27/7/2018), Hallak mengatakan, sanksi sepihak yang diterapkan terhadap Suriah oleh Uni Eropa dan AS adalah hambatan utama bagi penyediaan kebutuhan pokok warga Suriah dan memperbaiki situasi kemanusiaan dan mata pencaharian mereka.

"Pemerintah Damaskus adalah yang paling berkomitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada semua warga di seluruh Suriah dan untuk bekerja sama dengan PBB dan mitra kemanusiaan," tegasnya seperti dikutip kantor berita Suriah (SANA).

Dia mencatat bahwa negara dan pihak tertentu tidak peduli dengan pengungsi Suriah, mereka hanya berpikir untuk melindungi kelompok teroris di kawasan, khususnya White Helmets yang merupakan lengan organisasi teroris Front al-Nusra.

"White Helmets bertugas memalsukan data untuk menyesatkan opini publik dunia tentang tuduhan penggunaan senjata kimia di Suriah dan untuk membenarkan serangan terhadap negara kami," ungkapnya.

"PBB perlu mengadopsi cara baru dalam menangani situasi kemanusiaan di Suriah yang obyektif, transparan, dan netral demi memperoleh kembali kepercayaan dari pemerintah Damaskus," tandasnya.

Hallaq lebih lanjut mengatakan, tentara Suriah dan sekutunya terus membebaskan daerah-daerah yang diduduki oleh kelompok teroris, jadi semua pasukan agresor harus meninggalkan wilayah Suriah.

Dia juga mengaku heran dengan sikap Dewan Keamanan dalam menanggapi serangan teroris Daesh di kota Suwayda, yang menewaskan 215 orang dan melukai ratusan lainnya. (RM)