Aliansi Turki dan Iran Dinilai Mampu Gagalkan Konspirasi AS
-
Presiden Iran Hassan Rouhani dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
Ketua Partai Patriotik Turki, Dogu Perincek mengatakan aliansi Turki dan Iran dapat menggagalkan konspirasi Amerika Serikat di kawasan dan membuatnya tidak bekerja.
Perincek dalam wawancara dengan Ulusal TV seperti dikutip IRNA, Kamis (2/8/2018) menuturkan, AS mencampuri urusan internal dari banyak negara-negara kawasan.
"Pada dasarnya, negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi dan Mesir berada di bawah kendali Gedung Putih," tambahnya.
Perincek menjelaskan intervensi militer AS di sebagian negara untuk memaksa mereka tunduk juga terlihat nyata. Kondisi saat ini Suriah dan Irak adalah hasil dari intervensi militer Amerika.
Menurutnya, Iran dan Turki adalah dua negara penting dan kuat di Timur Tengah, yang tidak berada di bawah hegemoni dan kontrol AS. Hal ini membuat para pejabat Gedung Putih sangat gusar, karena kebanyakan dari krisis regional dapat diselesaikan dengan kontribusi Ankara-Tehran.
Soal ancaman AS untuk menjatuhkan sanksi atas Turki dan Iran, Perincek mengatakan, perilaku Washington jelas-jelas bertentangan dengan aturan hukum internasional, di mana negara-negara Eropa juga menentang tindakan seperti ini.
"Ancaman AS terhadap Iran dan Turki, tidak dapat diterima dan tidak manusiawi. Kondisi ini pasti akan mendorong kedekatan lebih lanjut antara kedua negara," tandasnya.
Hubungan AS dan Turki kembali memanas setelah Ankara menolak membebaskan Andrew Brunson, pendeta Amerika yang dituduh melakukan mata-mata dan kegiatan terorisme di Turki. (RM)