Sanksi Baru Amerika Serikat atas Iran dan Reaksi Moskow
https://parstoday.ir/id/news/world-i63195-sanksi_baru_amerika_serikat_atas_iran_dan_reaksi_moskow
Penerapan berbagai sanksi terhadap negara lain, terutama saingan dan penentang Washington, telah menjadi salah satu pilar utama kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 18, 2018 12:08 Asia/Jakarta
  • Sanksi Amerika Serikat terhadap Iran
    Sanksi Amerika Serikat terhadap Iran

Penerapan berbagai sanksi terhadap negara lain, terutama saingan dan penentang Washington, telah menjadi salah satu pilar utama kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump.

Dalam hal ini, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada 8 Mei 2018 mengumumkan penarikan diri negara ini dari kesepakatan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan menekankan bakal mengimplementasikan sanksi nuklir terhadap Iran dalam dua tahap, yakni bulan Agustus dan November 2018. Meskipun tahap pertama sanksi telah dilaksanakan, tapi Washington masih bersikeras memperluas sanksi terhadap Iran.

A. Wess Mitchell, Deputi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dalam urusan Eropa dan Eurasia mengatakan, sanksi merupakan instrumen strategis. Saat ini Amerika Serikat memiliki 4.190 sanksi di seluruh dunia.

Dalam hal ini, Departemen Keuangan Amerika, dalam kampanye anti-Iran terbaru telah menyetujui beberapa organisasi yang berada di bawah pengawasan Basij Mustadhafin, tiga bank Mellat, Parsian dan Mehr Eghtesad, Sina dan perusahaan-perusahaan Mobarakeh Steel dan Iran Tractor Manufacturing bersama dengan sejumlah perusahaan lain.

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat

Sebanyak 20 lembaga, perusahaan dan bank Irandikenakan sanksi baru Amerika Serikat. Seorang pejabat pemerintah Amerika Serikat mengatakan, ini adalah harapan kami bahwa setiap hubungan perbankan dengan bank-bank itu ditargetkan atau diblokir di mana saja di luar Iran.

Pemerintahan Trump beranggapan dengan menjatuhkan sanksi terhadap Iran dapat memaksakan keinginannya terhadap Iran. Berdasarkan ini, proses mengintensifkan sanksi terhadap Iran dengan tujuan negara ini menyerah kepada tuntutan berlebihan Washington terus berlanjut. Namun, tindakan AS ini telah direaksi negatif dari kekuatan internasional lainnya.

Sekaitan dengan hal ini, Rusia yang sekarang juga berada di bawah sanksi keras Amerika Serikat telah menyatakan penentangannya yang kuat terhadap langkah Washington ini. Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov menekankan penentangan tegas negaranya terhadap sanksi baru AS terhadap Iran dan mengatakan, penerapan sanksi dan menghukum negara-negara yang tindakannya tidak dapat diterima Washington kini menjadi alat dalam kebijakan luar negeri AS.

Dari sudut pandang Moskow, sanksi sepihak dan tidak biasa yang digunakan sebagai senjata untuk memajukan tujuan kebijakan luar negeri, tidak dapat diterima. Menurut Ryabkov, apa yang kita saksikan adalah bahwa tidak ada yang dapat mencegah Washington dari meningkatkan tekanan pada negara-negara yang tindakannya tidak dapat diterima, termasuk Iran.

Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov

Sementara mengenai Iran, tujuan utama Amerika Serikat pada saat ini adalah implementasi ulang sanksi nuklir dua tahap; larangan penjualan minyak dan setiap interaksi keuangan, perbankan, perdagangan dan ekonomi antara Iran dan negara-negara lain yang pada akhirnya berujung pada runtuhnya ekonomi Iran. Brian Hook, wakil khusus Amerika Serikat dalam urusan Iran menekankan, Washington serius tentang sanksi Iran.

Pada dasarnya, Amerika Serikat telah memasuki perang ekonomi yang luas dengan Iran. Ini telah menjadi sumber keprihatinan internasional yang serius dan peringatan serius tentang implikasi dari langkah ini oleh Washington. Pendekatan AS di bidang ini hanya didasarkan pada ancaman, kekuatan dan paksaan. Namun, selama 40 tahun terakhir, Iran selalu menentang sanksi Amerika dan telah merusak plot Washington.