Gas Rusia dan Friksi AS-Eropa
https://parstoday.ir/id/news/world-i65960-gas_rusia_dan_friksi_as_eropa
Hubungan AS dan Rusia di era pasca perang dingin mengalami pasang surut. Tapi secara signifikan, krisis politik Ukraina di tahun 2014 telah menyebabkan hubungan tersebut semakin memanas dengan dijatuhkannya sanksi Washington terhadap Moskow.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Des 30, 2018 04:10 Asia/Jakarta
  • Proyek pipa gas Nord Stream 2
    Proyek pipa gas Nord Stream 2

Hubungan AS dan Rusia di era pasca perang dingin mengalami pasang surut. Tapi secara signifikan, krisis politik Ukraina di tahun 2014 telah menyebabkan hubungan tersebut semakin memanas dengan dijatuhkannya sanksi Washington terhadap Moskow.

Sanksi tersebut memiliki berbagai dimensi dari politik dan diplomasi, perdagangan dan ekonomi, militer dan pertahanan hingga energi. Seperti biasa, Washington tidak pernah sendirian dalam menjalankan sanksi terhadap negara yang dipandang bertentangan dengan kebijakannya. Oleh karena itu, AS meminta negara-negara Eropa mengamini dikte sanksi terhadap Moskow. Pejabat tinggi AS berulangkali menyerukan supaya Uni Eropa menghentikan proyek jalur pipa gas Nord Stream 2.

Tapi, Brussels menolaknya. Komisioner Eropa Urusan Anggaran dan Sumber Daya Manusia, Günther Oettinger mengatakan pembangunan proyek Nord Stream 2 tidak bisa dihentikan, meskipun AS mendesaknya dengan ancaman. 

"Meskipun Presiden AS, Donald Trump menentang dan melancarkan ancaman terhadap proyek jalur pipa gas Nord Stream 2, tapi jalur pipa gas ini sudah dimulai dan tidak bisa lagi dihentikan," ujar Oettinger.

Beberapa waktu lalu, anggota parlemen Eropa mengeluarkan resolusi yang menyerukan penghentian proyek pipa gas Nord Stream 2. Langkah ini mengamini keputusan sebelumnya yang dikeluarkan DPR AS. Namun pengesahan resolusi tersebut dipandang bertentangan dengan kebijakan Jerman, sebagai negara terpenting Uni Eropa dan kekuatan ekonomi terbesar Eropa. Sejak jauh hari, Berlin sudah mengumumkan sikapnya menentang segala bentuk intervensi AS dalam masalah proyek pipa gas dari Rusia ke Eropa.

jalur baru pipa gas Nord Stream 2

Para pejabat tinggi Rusia menegaskan bahwa tujuan AS menjatuhkan sanksi terhadap Moskow berkaitan dengan proyek pipa gas ke Eropa ini demi mengucilkan Rusia dan menekan perekonomiannya dengan membatasi akses terhadap pasar energi Eropa. Saat ini Rusia menguasai sekitar 30 persen pasar gas Eropa.

Bagaimanapun Uni Eropa menghendaki kesepakatan bersama dalam proyek pipa gas Nord Stream 2  yang mempertahankan kepentingan Ukraina sebagai jalur utamanya dari Rusia. Selain perusahaan Gazprom Rusia, proyek ini melibatkan banyak perusahaan negara Eropa yang menanam investasi seperti Perancis, Austria, Belanda, Inggris dan Jerman.

Jalur baru melalui laut Baltik ke Jerman dipilih dengan pertimbangan tidak melewati Ukraina yang sedang bermasalah dengan Rusia. Sejumlah negara Eropa seperti Jerman dan Austria menyambut skenario tersebut. Tapi sebagian negara Eropa lain seperti Polandia dan negara-negara di pesisir Baltik bersama Ukraina dan AS menentangnya. Mereka menilai Rusia berupaya menyempurnakan proyek Nord Stream 2 yang menghindari jalur Ukraina dengan tujuan untuk menekan pendapatan Ukraina dan memasok gas melalui laut Baltik ke Eropa.

Moskow menilai target AS melancarkan sanksi terhadap proyek pipa gas Nord Stream 2 untuk menekan eskpor gas Rusia ke Eropa, dan Washington menggantikannya dengan memasok gas cair. Tampaknya, negara-negara Eropa harus mengambil sikap bersama menghadapi tekanan politik AS. Penentangan Brussels terhadap permintaan Washington mendeskripsikan perselisihan antara dua benua itu.(PH)