Mladenov: Tak Ada Negara Palestina Tanpa Gaza
-
Nickolay Mladenov, ketua Dewan Perdamaian Gaza
Pars Today - Nickolay Mladenov, ketua Dewan Perdamaian Gaza, dalam wawancara dengan jaringan berita Kairo, Mesir, terkait rencana khusus Donald Trump untuk Gaza, menegaskan bahwa "tidak akan ada negara Palestina tanpa Gaza".
Melaporkan dari media regional, IRNA, Sabtu, 18 April 2026, Mladenov merujuk pada situasi mengerikan di Jalur Gaza dan menyatakan bahwa para penjajah memberlakukan pembatasan luas pada masuknya barang-barang esensial bagi warga Gaza.
Ia juga menambahkan bahwa mekanisme distribusi bantuan hancur selama perang, dan mereka sedang berupaya membangun mekanisme baru.
Ketua Dewan Perdamaian Gaza menggambarkan kondisi kehidupan warga Gaza sebagai "mengerikan dan tidak manusiawi". "Sejumlah besar unit perumahan sementara harus dimasukkan ke Jalur Gaza agar penduduk dapat hidup dengan martabat," katanya. Ia juga mencatat bahwa mereka berupaya mengatasi kekurangan pasokan pangan pokok.
Mladenov menegaskan bahwa mereka sedang mengelola masa transisi untuk menyatukan Jalur Gaza dan wilayah pendudukan di bawah kedaulatan Otoritas Palestina.
Jangan Tunda Bantuan Gaza Karena Perang Iran
Ketua Dewan Perdamaian Gaza sebelumnya memperingatkan tentang kelanjutan situasi kritis di enklave ini, dan menekankan perlunya implementasi rencana bantuan dan rekonstruksi, terlepas dari perkembangan militer di kawasan.
"Saya berharap implementasi rencana 20 poin (AS) untuk Gaza tidak terpengaruh oleh perang di Iran. Kita harus membantu warga Gaza dan tidak boleh menunggu sampai perang di Iran berakhir," ujarnya.
Dengan menekankan perlunya mengubah struktur manajerial di wilayah ini, ia menambahkan bahwa satu-satunya cara Gaza dapat berdiri kembali adalah dengan adanya kedaulatan tunggal di enklave ini.
Trump punya rencana besar untuk Gaza. Namun Mladenov mengingatkan: tak ada negara Palestina tanpa Gaza.
Bantuan jangan ditunda, rekonstruksi jangan dikorbankan demi perang di front lain. Karena rakyat Gaza tidak bisa terus menunggu, sementara dunia sibuk dengan konflik yang tidak pernah mereka mulai.(sl)