Kerja Sama Oposisi Venezuela dan Amerika
https://parstoday.ir/id/news/world-i67380-kerja_sama_oposisi_venezuela_dan_amerika
Oposisi Venezuela bersama Amerika Serikat telah mengintensifkan upaya mereka untuk mendongkel pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. Washington menggunakan instrumen ekonomi dan ancaman serangan untuk menumbangkan pemerintahan kiri Venezuela.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 09, 2019 16:11 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump.
    Presiden AS Donald Trump.

Oposisi Venezuela bersama Amerika Serikat telah mengintensifkan upaya mereka untuk mendongkel pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. Washington menggunakan instrumen ekonomi dan ancaman serangan untuk menumbangkan pemerintahan kiri Venezuela.

Oposisi menyeru AS melancarkan serangan militer ke Venezuela untuk mencapai tujuan tersebut. Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido dalam wawancara dengan AFP, Jumat (8/2/2019), tidak mengesampingkan intervensi militer AS untuk menggulingkan Maduro.

Guaido mengatakan bahwa ia dapat mengotorisasi intervensi militer Amerika untuk memaksa Maduro lengser dari kekuasaan dan mendirikan "pemerintah transisi" di Venezuela.

Krisis politik baru di Venezuela dimulai setelah Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden interim negara itu pada 22 Januari lalu. Langkah ini langsung mendapat dukungan terbuka dari Washington dan Presiden Donald Trump.

Trump dalam pidato tahunan di Kongres, Selasa lalu, mengatakan tekanan terhadap Maduro akan ditingkatkan dan intervensi militer adalah salah satu opsi yang dipertimbangkan.

Sejumlah negara termasuk Rusia, Cina, Iran, Turki, Kuba, Afrika Selatan, Meksiko, dan Uruguay mengecam keputusan AS dan mendesak semua pihak menghormati kedaulatan nasional dan independensi politik Venezuela.

Presiden Nicolas Maduro bersama para perwira militer Venezuela.

Pada Jumat kemarin, seorang pejabat senior Gedung Putih mengungkapkan bahwa AS membuka komunikasi langsung dengan perwira militer Venezuela untuk membujuk mereka agar meninggalkan Maduro. Washington dikabarkan juga sedang menyiapkan sanksi baru terhadap Caracas.

Gedung Putih meminta militer Venezuela untuk meninggalkan Maduro dan bergabung dengan Guaido. Saat ini hanya segelintir perwira militer Venezuela yang memutuskan bergabung dengan oposisi.  

AS sendiri belum yakin; apakah kontak langsung itu bisa menyebabkan perpecahan di tubuh militer Venezuela atau tidak. Sebelum ini AS dan oposisi Venezuela telah mengajukan permintaan serupa, namun militer memilih tetap setia kepada Maduro.

AS menganggap dirinya adidaya dunia dan dapat memaksakan tuntutannya kepada negara lain lewat jalan kekerasan, namun kekuatan-kekuatan lain seperti Rusia dan Cina serta kubu anti-hegemoni Amerika, menentang keras premanisme Paman Sam.

"Urusan Venezuela harus diselesaikan oleh rakyatnya dalam kerangka konstitusi dan hukum melalui dialog damai dan saluran politik. Hanya dengan cara ini Venezuela dapat mewujudkan stabilitas yang langgeng," kata Kementerian Luar Negeri Cina pada hari Jumat.

Saat ini muncul perseteruan global mengenai masa depan Venezuela. Blok Barat yang dikomandoi AS dan sekutunya di Amerika Latin mendesak pengunduran diri Maduro. Namun, mayoritas rakyat dan militer Venezuela masih mendukung Maduro sebagai presiden sah negara itu. (RM)