Menlu Venezuela: Kita Harus Belajar Banyak dari Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i69914-menlu_venezuela_kita_harus_belajar_banyak_dari_iran
Menteri Luar Negeri Venezuela menekankan perluasan kerja sama di sektor militer dan energi dengan Iran seraya menyatakan, "Caracas harus belajar banyak dari Iran."
(last modified 2026-06-28T17:50:40+00:00 )
May 08, 2019 07:17 Asia/Jakarta
  • Jorge Arreaza, Menteri Luar Negeri Venezuela
    Jorge Arreaza, Menteri Luar Negeri Venezuela

Menteri Luar Negeri Venezuela menekankan perluasan kerja sama di sektor militer dan energi dengan Iran seraya menyatakan, "Caracas harus belajar banyak dari Iran."

"Kita harus belajar banyak dari Iran, bagaimana mereka dapat mengembangkan ekonomi mereka selama beberapa dekade, meskipun ada sanksi AS," ungkap Jorge Arreaza, Menteri Luar Negeri Venezuela yang sedang melakukan kunjungan di Moskow hari Selasa (07/05) kepada wartawan IRNA yang menanyakan soal perluasan kerja sama Iran dan Venezuela.

Arreaza juga berpendapat bahwa Amerika Latin, Venezuela, Kuba dan Nikaragua yang dikenai sanksi dan blokade AS. Negara-negara ini harus secara konsisten dan terkoordinir menghadapi unilateralisme Amerika Serikat.

Jorge Arreaza, Menteri Luar Negeri Venezuela

Menteri Luar Negeri Venezuela menekankan bahwa hubungan antara Venezuela dan Iran selalu baik dan di setiap pemerintah terpilih hubungan Tehran dan Caracas sangat baik.

"Nicolas Maduro dan Hassan Rouhani, presiden kedua negara tengah memperluas kerjasama mereka," pungkas Arreaza.

Amerika Serikat dan sekutunya dalam beberapa hari terakhir telah meningkatkan upaya mereka untuk menggulingkan pemerintah Venezuela, yang memiliki pendekatan anti-Amerika.

Juan Guaido, pemimpin kubu oposisi Venezuela  menyebut dirinya sebagai presiden pada 23 Januari lalu. Ia mendapat dukungan dari AS serta sebagian besar negara Eropa dan Amerika Latin.

Namun, banyak negara seperti Rusia, Cina, Iran, Turki, Bolivia, dan Meksiko tetap mendukung Presiden Nicolas Maduro, dan mengecam langkah kudeta yang dilakukan Guaido.