Gorbachev: Keluarnya AS dari INF akan Timbulkan Kekacauan
-
Gorbachev dan Reagen saat menandatangani Perjanjian INF
Pemimpin terakhir Uni Soviet Sabtu (03/08) mengkritik Amerika Serikat karena keluar dari Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) dan mengatakan, langkah Washington ini menjadi langkah awal bagi perlombaan baru senjata dimulainya kekacauan di dunia.
"Seiring dengan sikap keras Washington terhadap INF, Amerika kian dekat dengan tragedi," papar Mikhail Gorbachev dalam wawancaranya dengan Interfax seperti dilaprkan IRNA.
Penandatangan perjanjian INF ini mengingatkan, berakhirnya perjanjian ini tidak menguntungkan masyarakat internasional.
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo hari Jumat (02/08) mengkonfirmasi keluarnya Washington secara resmi dari perjanjian INF.
Pompeo di akun twitternya seraya mengulang klaim tidak komitmennya Rusia terhadap perjanjian ini menulis, "Pada 2 Februari 2019, AS memberi tenggat waktu enam bulan kepada Rusia untuk kembali kepada komitmennya di INF. Rusia menolak, maka kesepakatan ini kini telah berakhir."
Sementara itu, Departemen Luar Negeri Rusia Jumat sore menyebut langkah Amerika ini sebagai kesalahan besar.
Adapun Menlu Iran Mohammad Javad Zarif juga meminta Amerika untuk menerima dan mengikuti realita baru di dunia ketimbang melancarkan terorisme ekonomi dan keluar dari perjanjian internasional.
Pengumuman keluarnya AS dari INF dirilis ketika Rusia senantiasa menjelaskan bahwa selama AS komitmen dengan perjanjian ini, maka Moskow juga akan mematuhi isi perjanjian tersebut.
Pemerintah Trump sampai saat ini telah keluar dari berbagai perjanjian bilateral, multilateral dan internasional.
Amerika dan Rusia pada Juni 1987 di Washington menandatangani Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF). Perjanjian ini mulai diberlakukan sejak Juni 1988.
Perjanjian ini melarang Washington dan Moskow menempatkan rudal balistik dan cruise di Eropa. (MF)