Ancaman Trump untuk Kirim Daesh ke Eropa
https://parstoday.ir/id/news/world-i73087-ancaman_trump_untuk_kirim_daesh_ke_eropa
Amerika Serikat dan sekutunya di Barat dan Arab memainkan peran yang tak terbantahkan dalam membentuk dan mendukung kegiatan kelompok-kelompok teroris takfiri termasuk Daesh.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 22, 2019 12:29 Asia/Jakarta
  • Pernyataan Trump tentang peran AS dalam membentuk kelompok teroris Daesh.
    Pernyataan Trump tentang peran AS dalam membentuk kelompok teroris Daesh.

Amerika Serikat dan sekutunya di Barat dan Arab memainkan peran yang tak terbantahkan dalam membentuk dan mendukung kegiatan kelompok-kelompok teroris takfiri termasuk Daesh.

Mereka memanfaatkan Daesh dan kelompok teroris lainnya sebagai instrumen untuk menggulingkan pemerintah sah Suriah. Namun kebijakan ini telah gagal.

Presiden Donald Trump dalam sebuah statemen hari Rabu (21/8/2019), meminta negara-negara yang menjadi korban kekerasan kelompok teroris untuk memerangi mereka. Tanpa menyinggung kerja keras Tehran dan Moskow dalam menumpas teroris, Trump meminta Iran, Rusia, dan Pakistan untuk memerangi Daesh.

Dalam pesannya kepada sekutunya di Eropa, Trump kembali memperingatkan Eropa atas konsekuensi menolak menerima kepulangan teroris Daesh asal benua itu.

"Jika Eropa tidak menerima teroris Daesh sebagai tahanan, ia terpaksa membebaskan mereka sehingga bisa kembali ke negara-negara asalnya seperti Jerman dan Prancis," tegasnya.

Ancaman terbuka Trump ini menunjukkan bahwa Washington begitu mudah melemparkan tanggung jawab kepada negara-negara lain, padahal mereka dulu sama-sama terlibat dalam pembentukan kelompok teroris.

Menurut para analis, AS bersama beberapa negara Eropa memainkan peran utama dalam penyebaran teroris Daesh yang sejalan dengan tujuan dan kepentingan Barat. Pakar masalah Asia Barat, Frederic Poisson percaya bahwa AS dan Prancis sama-sama bertanggung jawab dalam kemunculan Daesh.

Trump berulang kali mengklaim bahwa AS berkomitmen untuk menghancurkan Daesh dan melindungi masyarakat dari serangan teroris.

Tetapi klaim ini benar-benar bertentangan dengan realitas. Selama masa kampanye pilpres 2016, Trump menyebut pemerintahan Obama sebagai aktor pembentuk kelompok teroris Daesh. Pada dasarnya, AS adalah pembentuk dan pendukung utama Daesh.

Trump mengkritik keras pemerintahan Obama mengenai kemunculan Daesh. Dia dalam kampanyenya pada Januari 2016 mengatakan, "Mereka (Barack Obama dan Hillary Clinton) adalah orang-orang yang tidak jujur. Hillary bersama Obama telah membentuk Daesh."

Trump benar-benar telah lupa dengan komentar dan sikapnya di masa lalu tentang sejarah kemunculan Daesh. Sekarang ia malah meminta negara-negara seperti Iran dan Rusia – yang berperan besar dalam menumpas Daesh di Irak dan Suriah – untuk memerangi terorisme.

Mengenai negara-negara Eropa, hubungan trans-Atlantik di era Trump menyaksikan keretakan besar akibat perbedaan sikap kedua pihak terkait perdagangan, kesepakatan nuklir JCPOA, NATO, perjanjian iklim Paris, dan beberapa isu lain.

Oleh sebab itu, Trump berusaha menggunakan berbagai cara untuk menekan negara-negara Eropa. Setelah puas memanfaatkan Daesh sebagai alat, AS sekarang meminta Eropa untuk menerima kepulangan para teroris Daesh ke benua itu. Permintaan ini tentu saja ditolak oleh pemerintah Eropa. (RM)