Rencana Turki Beli Jet Tempur Rusia
https://parstoday.ir/id/news/world-i73369-rencana_turki_beli_jet_tempur_rusia
Pemerintah Turki sedang melirik jet-jet tempur buatan Rusia setelah berhasil membawa pulang sistem pertahanan udara S-400 dari negara itu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 31, 2019 14:47 Asia/Jakarta
  • Sukhoi Su-57 adalah jet tempur generasi kelima yang dikembangkan oleh Sukhoi untuk Angkatan Udara Rusia.
    Sukhoi Su-57 adalah jet tempur generasi kelima yang dikembangkan oleh Sukhoi untuk Angkatan Udara Rusia.

Pemerintah Turki sedang melirik jet-jet tempur buatan Rusia setelah berhasil membawa pulang sistem pertahanan udara S-400 dari negara itu.

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Ankara sedang melakukan pembicaraan dengan Moskow mengenai pembelian peralatan militer Rusia yaitu jet tempur Sukhoi.

"Jika Amerika Serikat terus bertindak dengan cara yang sama, kita akan melindungi diri kita sendiri. Jadi kita akan memilih antara Su-35 dan F-35, Su-57 atau yang lainnya," tegasnya.

Jika Turki berhasil memperoleh jet tempur Sukhoi Su-35 dan Su-57, maka negara itu akan menjadi sekutu dekat Rusia di kawasan meskipun ia memiliki keanggotaan di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Dengan memperluas kerjasama militer dengan Rusia, Turki telah mengambil jarak dari sekutu tradisionalnya yaitu Amerika dan Uni Eropa.

Beberapa analis militer mengatakan, kualitas baik senjata-senjata buatan Rusia dibandingkan dengan kualitas senjata produksi AS telah mendorong Ankara untuk merapat ke Moskow.

Sebagai contoh, pakar militer Rusia Kolonel (Purn) Viktor Litovkin dalam sebuah wawancara dengan media Sputnik pada Februari 2017, menjelaskan keunggulan sistem S-400 Rusia dibandingkan sistem pertahanan rudal Patriot buatan AS.

Penyerahan sistem S-400 oleh Rusia kepada Turki.

"Sistem ini adalah pencapaian terbesar dalam industri militer Rusia dan merupakan senjata modern dan canggih. Tidak ada negara lain yang memiliki senjata seperti itu. AS yang mengembangkan dan mempromosikan senjatanya di seluruh dunia, tidak memiliki senjata seperti itu. Sistem pertahanan udara AS yang paling efektif yaitu Patriot PAC-3, belum bisa menandingi S-300 Rusia, apalagi S-400," ujarnya.

Viktor Litovkin menuturkan peluru Patriot terlempar dari bidang kemiringan, tetapi rudal S-400 diluncurkan secara vertikal dan setelah itu akan berbelok mengejar target. Jadi, ia bisa menjaga wilayah dari serangan yang berasal dari berbagai arah. Namun, sistem Patriot membutuhkan empat peluncur untuk melakukan tugas itu.

Dapat dikatakan bahwa pemerintah Turki dengan memiliki S-400 Rusia, telah menyelamatkan dirinya dari sistem pertahanan udara AS yang kualitasnya lebih rendah.

Dengan tindakan itu, Turki mengambil jarak dari sekutu strategis AS di wilayah Asia Barat dan kemungkinan juga akan mengurangi keterlibatannya di NATO. Tentu saja ini adalah sebuah pilihan yang sensitif dan bisa memiliki konsekuensi tertentu bagi Ankara.

Dapat dikatakan bahwa para pejabat Ankara – dengan membeli peralatan militer dari Rusia – sedang berusaha mengakhiri kerja sama enam dekade antara Turki dan negara-negara Barat.

Perubahan sikap Turki ini sepertinya dipicu oleh kebijakan AS di bawah pemerintahan Donald Trump. (RM)