Sanksi AS terhadap Fordow Iran, Melanggar JCPOA
-
Fasilitas nuklir Fordow Iran.
Direktur Pusat Studi Energi dan Keamanan Rusia, Anton Khlopkov mengatakan keputusan AS mencabut pengecualian sanksi terhadap fasilitas nuklir Fordow Iran, akan menjadi pukulan lain bagi kesepakatan nuklir JCPOA.
"Keputusan AS untuk melanjutkan sanksi terhadap Fordow merupakan tindakan lain yang melanggar JCPOA. Ini menunjukkan pelanggaran lain terhadap aturan internasional oleh negara itu," kata Khlopkov dalam wawancara dengan IRNA, Sabtu (23/11/2019).
Dia mencatat bahwa AS telah mengambil banyak langkah terhadap JCPOA, yang melanggar resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB, padahal AS sendiri termasuk salah satu negara yang mengusulkan dan menyetujui resolusi ini.
Presiden Iran Hassan Rouhani sebelum ini mengumumkan dimulainya kembali aktivitas pengayaan uranium di Fordow. Pemerintah AS kemudian mencabut pengecualian sanksi terhadap fasilitas nuklir Fordow, yang mulai berlaku pada 15 Desember 2019.
Direktur Pusat Studi Energi dan Keamanan Rusia lebih lanjut menjelaskan bahwa negara-negara Eropa yang menandatangani JCPOA, juga telah melanggar perjanjian tersebut karena mereka belum mengambil langkah efektif untuk menebus kerugian Iran setelah penarikan AS.
Setelah AS memutuskan mencabut pengecualian sanksi terhadap fasilitas nuklir Fordow Iran, Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam langkah itu dan menganggapnya melanggar komitmen internasional AS. (RM)