Dirjen Baru IAEA dan Masa Depan JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/world-i76226-dirjen_baru_iaea_dan_masa_depan_jcpoa
Badan Energi Atom Internasional sebagai badan pengawas Perserikatan Bangsa-Bangsa atas fasilitas dan aktivitas nuklir negara-negara anggotanya, berperan sangat penting dalam menjamin langkah-langkah nuklir anggotanya dan dalam mensosialisasikan penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan damai.
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
Des 04, 2019 05:36 Asia/Jakarta

Badan Energi Atom Internasional sebagai badan pengawas Perserikatan Bangsa-Bangsa atas fasilitas dan aktivitas nuklir negara-negara anggotanya, berperan sangat penting dalam menjamin langkah-langkah nuklir anggotanya dan dalam mensosialisasikan penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan damai.

Rafael Mariano Grossi, Dirjen baru IAEA hari Senin, 2 Desember, usai sidang khusus konferensi umum IAEA di Wina kepada wartawan menyambut peningkatan kerja sama dengan Iran dan mengatakan, "Sejumlah pihak mengatakan kita harus tegas dan adil kepada Iran, namun di sini saya katakan kita harus tegas dan adil kepada semua pihak."

Dirjen baru IAEA menekankan bahwa inspeksi IAEA selama kepemimpinannya akan dilakukan secara tegas dan adil. "Iran berencana mengungkapkan pandangan dan harapannya terkait proses langkah IAEA dan Saya menyambutnya," tambah Grossi.

Rafael Mariano Grossi, Dirjen IAEA

Mengingat situasi kritis dari kesepakatan nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), terpilihnya Grossi menjadi sangat penting. Troika Eropa, termasuk Perancis, Jerman dan Inggris, bersama dengan Uni Eropa setelah Amerika Serikat menarik diri dari JCPOA pada Mei 2018, berjanji untuk mempertahankan perjanjian kunci ini untuk perdamaian dan stabilitas internasional dengan menjaga kepentingan ekonomi Iran.

Sejauh ini, pihak Eropa tidak mengambil langkah-langkah efektif untuk memenuhi janji-janji mereka, meskipun mengkritik pendekatan anti-JCPOA AS dan menjanjikan Iran instrumen keuangan yang sangat spesifik yang disebut INSTEX. Menanggapi hal ini, bersamaan dengan peringatan setahun setelah penarikan diri AS dari JCPOA pada 8 Mei 2018 dan setelah terbukti pihak Eropa tidak memenuhi janjinya dan ketidakmampuan mereka untuk mengamankan kepentingan JCPOA Iran, Tehran secara bertahap mengurangi kewajibannya dalam koridor kesepakatan ini dalam empat tahap.

Mengingat akhirnya Grossi terpilih sebagai direktur jenderal baru badan pengawas aktivitas nuklir negara-negara anggota, tampak bahwa salah satu masalah pekerjaanya yang paling penting adalah kesepakatan nuklir JCPOA dan masa depan kesepakatan ini. Republik Islam Iran telah berulang kali menekankan perlunya pendekatan yang adil dan obyektif dari IAEA di bidang aktivitas nuklir negara-negara anggota lembaga ini termasuk Iran. Grossi juga menekankan pada hari Senin bahwa ia akan tegas dan adil terhadap semua negara anggota. Dengan demikian, ia diharapkan untuk tidak ditekan dan dipengaruhi, terutama oleh Amerika Serikat, dan tentang langkah-langkah JCPOA Iran, ia akan mengadopsi posisi adil, obyektif dan tidak memihak.

Mengingat bahwa Grossi memiliki sikap keras terhadap Iran dari tahun 2010-2013, ketika ia menjabat sebagai direktur politik mantan Direktur Jenderal Yukiya Amano, karenanya Tehran secara eksplisit menyuarakan keprihatinannya tentang penunjukannya sebagai Dirjen IAEA.

Wakil Tetap Iran di organisasi-organisasi internasional di Wina Kazem Gharib Abadi dalam menanggapi pemilihan Rafael Grossi, menyatakan bahwa Republik Islam Iran selalu menekankan profesionalisme, kemandirian, dan ketidakberpihakan lembaga tersebut. Ia mengingatkan bahwa Tehran berharap IAEA dan para pejabatnya akan mempertahankan pendekatan ini dalam segala keadaan dan negara-negara anggota harus menahan diri untuk tidak menekan IAEA.

Wakil Tetap Iran di organisasi-organisasi internasional di Wina Kazem Gharib Abadi

Menurut Gharib Abadi, kebijakan dan perilaku Iran selalu didasarkan pada mempromosikan dan mematuhi prinsip-prinsip ini serta tidak diragukan lagi akan terus meningkatkan dan memperkuat prinsip-prinsip ini di IAEA. Karenanya, dengan mencermati tanggung jawab IAEA dalam memverifikasi implementasi JCPOA, Dirjen IAEA yang baru seperti pendahulunya akan memainkan peran penting dalam menjaga IAEA dengan baik.

Posisi Tehran pada Direktur Jenderal IAEA yang baru, selain mengungkapkan keprihatinan, menekankan pada melanjutkan pendekatan yang tidak memihak dan independen untuk menangani program nuklir damai Iran, khususnya dengan kesepakatan JCPOA, terlebih lagi dengan langkah-langkah Iran dalam mentransparansikan program nuklirnya dalam kerangka JCPOA, sehingga tidak meninggalkan ruang untuk mencari-cari alasan sama sekali.

Ini adalah fakta yang didukung dalam 16 laporan IAEA dan disahkan oleh anggota kelompok 4 + 1. Sekarang, IAEA harus bekerja untuk mempertahankan perjanjian internasional ini, yang memainkan peran penting dalam menjaga perdamaian dan keamanan regional dan internasional, mengingat gangguan AS pada jalur JCPOA dan upaya untuk menghancurkannya secara total.