Manuver Baru Eropa Melawan Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i76273-manuver_baru_eropa_melawan_iran
Troika Eropa (Jerman, Prancis, dan Inggris) mengambil sikap pro-Amerika Serikat dalam menanggapi kemampuan rudal Iran yang bersifat defensif, meskipun mereka mengaku mendukung kesepakatan nuklir JCPOA.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Des 05, 2019 16:06 Asia/Jakarta
  • Manuver Baru Eropa Melawan Iran

Troika Eropa (Jerman, Prancis, dan Inggris) mengambil sikap pro-Amerika Serikat dalam menanggapi kemampuan rudal Iran yang bersifat defensif, meskipun mereka mengaku mendukung kesepakatan nuklir JCPOA.

Pemerintah Jerman, Prancis, dan Inggris dalam sebuah surat kepada Sekjen PBB Antonio Guterres pada hari Rabu, (4/12/2019), mengklaim bahwa sebagian dari rudal Iran "tidak sesuai" dengan ketentuan resolusi 2231 Dewan Keamanan.

Troika Eropa menyarankan Guterres untuk menyatakan rudal-rudal tersebut telah melanggar resolusi 2231 Dewan Keamanan dalam laporannya mengenai program misil Iran di masa mendatang.

Mereka sebelumnya telah membuat klaim serupa di Dewan Keamanan PBB, tetapi gagal mendorong lahirnya resolusi baru, karena klaim mereka tidak sesuai dengan ketentuan resolusi 2231.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan orang-orang yang akrab dengan JCPOA mengetahui bahwa peluncuran roket pembawa satelit oleh Iran dan uji coba rudal, tidak melanggar resolusi 2231.

"Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB hanya meminta Iran untuk tidak memproduksi rudal dengan hulu ledak nuklir, dan kami tidak memiliki program nuklir militer," tegasnya.

Pernyataan Zarif ini sudah berulang kali diverifikasi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Salah satu rudal Iran yang dipamerkan dalam parade militer di Tehran.

AS dan sekutunya di Eropa – yang berusaha memonopoli teknologi canggih – menuding Iran sedang melakukan uji coba rudal yang melanggar resolusi 2231. Padahal, program rudal Iran bertujuan untuk pertahanan sesuai dengan doktrin militer negara ini. Uji coba rudal juga dilakukan dengan maksud meningkatkan kemampuan rudal-rudal balistik.

Sebenarnya, salah satu tuntutan dasar AS yang sekarang juga didukung oleh Eropa adalah bahwa Tehran harus memenuhi 12 syarat yang diajukan oleh Washington pada Mei 2018 dan salah satunya menghentikan program rudalnya.

Pejabat tinggi AS seperti Presiden Donald Trump dan Menlu Mike Pompeo dalam pertemuannya dengan para pejabat negara lain, terutama Troika Eropa, berulang kali menekankan perlunya menghentikan pengembangan rudal Iran.

Di sisi lain, Republik Islam Iran sudah sering menekankan haknya untuk mengembangkan program rudal demi mempertahankan diri. Doktrin militer Iran didasarkan pada pencegahan dan pertahanan. Iran juga mengandalkan keahlian para pakar di dalam negeri untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan misilnya.

Sanksi AS yang bertujuan menghambat pengembangan rudal Iran atau mencegahnya memperoleh komponen-komponen penting, tidak pernah berhasil mengganggu pengembangan rudal Iran.

Pakar masalah Asia Barat, Vladimir Sajin mengatakan, Tehran menanggapi sanksi-sanksi Washington dengan memperkuat program misilnya. Upaya AS untuk menghentikan program rudal Iran melalui sanksi berat adalah sia-sia. (RM)