Pertemuan Putin-Zelensky; Titik Balik dalam Hubungan Rusia-Ukraina
-
Zelensky, Merkel, Macron dan Putin
Hubungan Rusia-Ukraina memburuk sejak 2014 dengan munculnya pemerintah yang berorientasi Barat di Kiev, aneksasi Krimea ke Rusia dan perang saudara di Ukraina timur, ketika tindakan sanksi timbal balik diterapkan, maka muncul kondisi yang memburuk yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sekalipun demikian, perkembangan baru telah terjadi tengah mengarah untuk mengurangi ketegangan bilateral.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu di Paris pada hari Senin, 9 Desember, dalam rangka Grup Kontak Ukraina yang dikenal dengan "Format Normandy" yang pertama kali diselenggarakan dengan tujuan menyelesaikan perselisihan Moskow dan Kiev. Pertemuan tersebut, yang dihadiri oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel, bertujuan untuk menemukan solusi bagi konflik Ukraina timur. Persiapan untuk pertemuan Format Normandy di Paris pada hari Senin ditetapkan oleh Presiden Perancis dan Rusia, Macron dan Putin di sela-sela KTT G7 di Paris musim panas lalu.
Putaran terakhir dari pertemuan empat negara Format Normandy diadakan pada Oktober 2016. Grup Kontak Ukraina, yang dikenal sebagai Format Normandy, terdiri dari perwakilan empat negara, Jerman, Rusia, Ukraina, dan Perancis, yang dibentuk untuk mengakhiri perang di Ukraina timur pada bulan Juni.
Krisis di Ukraina, yang dimulai dengan munculnya pemerintahan yang berorientasi Barat di Kiev dan aneksasi Krimea ke Rusia, menyebabkan pecahnya perang saudara di Ukraina timur, yang mengarah ke hubungan luas Rusia-Ukraina, yang sebelumnya merupakan dua negara anggota Komunitas Negara Independen (CIS) mencapai level terendah mereka.
Pemerintah Ukraina yang dipimpin pro Barat, Petro Poroshenko, telah mengambil pendekatan anti-Rusia dan, dengan dukungan penuh Barat untuk itu, telah mengambil banyak langkah, seperti menjatuhkan sanksi dan mengurangi hubungan dengan Rusia seminimal mungkin. Tindakan-tindakan ini direaksi yang sama oleh Rusia, dan sebagai hasilnya, hubungan antara kedua negara menjadi semakin tegang, terutama setelah konflik angkatan laut 2018 di Selat Kerch antara kapal Rusia dan Ukraina, bahkan meningkatkan kemungkinan perang antara kedua negara.
Namun, setelah penunjukan Volodymyr Zelensky sebagai presiden baru Ukraina pada April 2019, hubungan kedua negara berubah. Masalah penting bagi Zelensky selama pelantikannya adalah deklarasi kesiapan untuk menghentikan konflik militer di Ukraina timur, yang dikenal sebagai wilayah Donbass, tetapi bersikeras bahwa semua tahanan harus ditukar. Presiden Ukraina yang baru sekali lagi berjanji bahwa Kiev akan berusaha untuk merebut kembali wilayah Ukraina yang diduduki.
Sekarang setelah Format Normandy bertemu dengan partisipasi para pemimpin Rusia, Ukraina, Jerman dan Perancis di Paris dan pembicaraan Volodymyr Zelensky dengan Vladimir Putin, diharapkan langkah-langkah tertentu akan diambil untuk menyelesaikan krisis di Ukraina timur. Lebih dari 13.000 orang tewas dalam konflik di Ukraina timur sejak tahun 2014. Para pemimpin Rusia, Ukraina, Perancis dan Jerman pada akhir pertemuan mereka dalam kerangka kerja "Format Normandy" menekankan dalam sebuah pernyataan bersama implementasi penuh gencatan senjata pada akhir 2019 dan implementasi perjanjian Minsk di Ukraina timur.
Memperbarui rencana menjinakkan ranjau di zona konflik dan menambahkan tiga zona non-kontak di area-area tersebut adalah di antara isu-isu lain yang disetujui kelompok ini dalam pernyataan penutupnya. Moskow, Kiev, Paris dan Berlin juga sepakat untuk menukar semua tahanan yang diidentifikasi dalam tenggat waktu 30 hari dan untuk memberikan status otonomi khusus ke daerah Donbass termasuk Luhansk dan Donetsk berdasarkan perjanjian Minsk. Juga disepakati bahwa para menteri luar negeri dan penasihat politik keempat negara akan mengadakan pertemuan lain dalam empat bulan ke depan untuk menindaklanjuti implementasi perjanjian yang dicapai pada pertemuan Paris.
Presiden Rusia dan Ukraina tampaknya mendukung perubahan kebuntuan saat ini di Ukraina timur untuk tujuan mereka sendiri, dan setelah pertemuan Putin dan Zelensky dalam kerangka pertemuan Format Normandy, seharusnya berharap bahwa tidak lama lagi akan ada pertemuan bilateral untuk menyelesaikan masalah bilateral antara dua negara.