Menyoal Narasi AS sebagai "Polisi Dunia"
https://parstoday.ir/id/news/world-i77519-menyoal_narasi_as_sebagai_polisi_dunia
Selama Donald Trump menjabat sebagai presiden AS, konflik dan ketegangan yang dipicu kebijakannya di tingkal global semakin meningkat. Tidak heran jika sekutu dekatnya sendiri seperti Inggris mempersoalkan kepemimpinan AS di dunia.
(last modified 2026-03-03T12:22:08+00:00 )
Jan 13, 2020 12:05 Asia/Jakarta

Selama Donald Trump menjabat sebagai presiden AS, konflik dan ketegangan yang dipicu kebijakannya di tingkal global semakin meningkat. Tidak heran jika sekutu dekatnya sendiri seperti Inggris mempersoalkan kepemimpinan AS di dunia.

Menteri Pertahanan Inggris Robert Wallace baru-baru ini menyebut AS telah kehilangan posisinya sebagai pemimpin dunia, dan  perlunya meninjau ulang kebijakan pertahanan London. Wallace dalam wawancara hari Minggu (12/1/2020) mengatakan Amerika Serikat telah kehilangan posisinya sebagai pemimpin dunia, oleh karena itu  pemerintah Inggris harus siap untuk memasuki perang baru tanpa bergantung kepada Amerika Serikat. Menurutnya, Inggris perlu merevisi program pertahanannya menyikapi kinerja kepemimpinan Trump di tingkat global.

Meskipun Trump sering mengklaim selama masa kepresidenannya, posisi AS di dunia meningkat, tapi fakta yang terjadi menunjukkan sebaliknya. Langkah Trump yang melanggar hukum dan perjanjian internasional telah menyebabkan banyak negara  mengambil pendekatan untuk berseberangan dengan Washington, terutama datang dari rival internasionalnya, seperti Rusia dan Cina.

Dari aspek pertahanan dan militer, ada kesenjangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di NATO karena meningkatnya tekanan Trump terhadap para anggota Eropa NATO mengenai peningkatan kontribusi mereka terhadap anggaran militer. Di sisi lain, Trump telah berulang kali menekankan penurunan komitmen militer AS di dunia, termasuk di Asia Barat.

Terlepas dari keputusan pemerintahan Trump yang akan benar-benar mengambil langkah dalam masalah ini atau hanya sekedar slogan belaka, sikapnya itu  telah menimbulkan kekhawatiran di antara sekutu strategis Washington, termasuk London. Menhan Inggris mengatakan, Amerika Serikat menarik diri dari Suriah tahun lalu, dan dalam masalah Irak ia juga mengatakan bahwa NATO harus melakukan tugas melebihi sebelumnya di Asia Barat.

Selama ini Inggris memiliki hubungan yang sangat erat dengan AS tidak hanya dalam urusan perdagangan dan ekonomi, tapi juga dalam militer dan pertahanan. Tapi sejak naiknya Trump sebagai presiden AS, tampaknya London mulai frustrasi melihat pendekatanTrump yang dipandang tidak sejalan dengan kebijakan Inggris.

 

NATO

 

Salah satu perbedaan utama antara AS dan Eropa selama kepresidenan Donald Trump adalah posisi yang saling bertentangan mengenai kebijakan dan struktur pertahanan Eropa dan urgensi NATO. Kesenjangan yang muncul antara Eropa dan Amerika Serikat mengenai upaya Washington untuk memaksakan tuntutannya  terhadap pihak Eropa. langkah Trump tersebut  telah membuat mereka menyimpulkan bahwa kebijakan independen harus diadopsi di berbagai bidang, terutama dalam aspek pertahanan dan militer.

Tampaknya Trump sangat menentang reaksi yang diambil Inggris. Amerika Serikat telah mengancam Uni Eropa dan negara-negara Eropa akan melancarkan reaksi balasan di bidang perdagangan, ekonomi dan politik, jika mereka meluncurkan rencana pertahanan dan militer independen.

Eropa juga telah membuat ancaman serupa terhadap Amerika Serikat. Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang sebelumnya menyebut pengumuman Washington untuk mundur dari perjanjian iklim Paris, dengan mengatakan, "Kami tidak akan lagi menandatangani perjanjian dengan negara-negara yang tidak mematuhinya."

Prancis sebagai negara terpenting kedua di Eropa, sangat menentang ancaman Trump. Pendekatan Trump tampaknya hanya mengisolasi AS, bahkan di antara sekutu-sekutu sendiri Washington di Eropa. Lalu apakah ini akan mengakhiri dari petualangan AS sebagai polisi dunia ?(PH)