Inggris Tolak Tunduk pada Ketentuan Uni Eropa
-
David Frost
Penasihat perdana menteri Inggris menjelang dimulainya babak perundingan negara ini dengan Uni Eropa terkait masa depan hubungan dagang kedua pihak menjelaskan, London tidak akan tunduk pada ketentuan Brussels.
Seperti dilaporkan IRNA, David Frost yang diangkat sebagai pengganti menteri Brexit di kabinet baru Boris Johnson bertanggung jawab memimpin tim untuk berunding dengan Uni Eropa Senin (17/02) sore mengatakan, Inggris harus dapat menetapkan peraturannya secara bebas dan jika Uni Eropa dengan dalih ketentuan setara ingin mengawasi standar Inggris, maka prinsip Brexit akan dipertanyakan.
Petinggi Inggris ini seraya menekankan bahwa era transisi tidak dapat diperpanjang menjelaskan, "Kami tidak khawatir bahwa kami memiliki friksi di hubungan dagang dan kami tidak memiliki tuntutan khusus, tapi kami menginginkan untuk mencapai kesepakatan perdagangan bebas dan sederhana dengan Eropa."
Inggris 31 Januari secara resmi keluar dari Uni Eropa.
Kedua pihak di fase transisi satu tahun akan berunding untuk membahas mekanisme hubungan dagang di era pasca Brexit.
Perundingan ini dijadwalkan akan dimulai bulan Maret mendatang.
Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian hari Ahad (16/02) di Munich memperingatkan, London di perundingan mendatang dengan Uni Eropa harus mempersapkan diri menghadapi pertarungan yang sulit. (MF)