Rusia Reaksi Permintaan AS untuk Memperpanjang Embargo Senjata Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i80529-rusia_reaksi_permintaan_as_untuk_memperpanjang_embargo_senjata_iran
Diplomat senior Rusia bereaksi atas permintaan AS kepada Dewan Keamanan PBB untuk memperpanjang embargo senjata atas Republik Islam Iran.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Apr 19, 2020 06:45 Asia/Jakarta
  • Mikhail Ulyanov, Wakil Rusia di PBB yang berbasis di Wina
    Mikhail Ulyanov, Wakil Rusia di PBB yang berbasis di Wina

Diplomat senior Rusia bereaksi atas permintaan AS kepada Dewan Keamanan PBB untuk memperpanjang embargo senjata atas Republik Islam Iran.

Mikhail Ulyanov, Wakil Rusia di PBB yang berbasis di Wina, menulis di Twitter pada Sabtu (18/04/2020) malam dalam menanggapi permintaan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo untuk perpanjangan embargo senjata Iran di Dewan Keamanan, "Perlombaan senjata lahir dari tindakan kekuatan besar." Demikian dilaporkan FNA.

"Perlombaan senjata biasanya tidak sepihak, ini adalah upaya kolektif di tingkat kekuatan besar atau konteks regional," tulis Ulyanov, merujuk pada twitt anti-Iran Pompeo.

Mikhail Ulyanov, Wakil Rusia di PBB yang berbasis di Wina

Pejabat Rusia ini menilai sanksi tidak berguna dalam menghilangkan perlombaan senjata dan menambahkan, "Risiko perlombaan senjata hampir tidak dapat dihilangkan dengan menjatuhkan sanksi pada suatu negara. Karena masalah ini membutuhkan upaya kolektif melalui negosiasi."

Pompeo pada Sabtu malam mentwitt bahwa ia telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk memperpanjang embargo senjata Iran dengan alasan mencegah perlombaan senjata baru di Asia Barat.

Iran telah dilarang membeli senjata ofensif hingga lima tahun di bawah salah satu ketentuan Resolusi 2231, yang mulai berlaku pada tahun 2016.

Klausul resolusi ini berakhir pada Oktober 2020, setelah itu Iran akan memiliki kesempatan untuk membeli senjata dari negara-negara asing.

Sebelumnya, Vladimir Ermakov, Direktur Kantor Kontrol Senjata dan Non-Proliferasi Kementerian Luar Negeri Rusia, menekankan bahwa embargo senjata terhadap Iran bersifat sementara dan akan berakhir pada Oktober 2020.

Para pejabat Amerika tanpa menyinggung transaksi besar senjata Amerika Serikat dengan Riyadh, berulang kali menyatakan kekhawatirannya atas pembatalan embargo senjata PBB terhadap Iran dan meminta agar masalah ini dapat dicegah.