AS, GNB dan Sengkarut Perdamaian di Afghanistan
Presiden Afghanistan, Mohammad Ashraf Ghani dalam pertemuan video konferensi dengan anggota Gerakan Non-Blok (GNB) menyerukan supaya Taliban menerima prakarsa damainya.
Ashraf Ghani mengatakan, "Kubu Taliban harus menerima prakarsa gencatan senjata kemanusiaan dari pemerintah Afghanistan dan menyerukan semua negara anggota GNB bersatu untuk memaksa kelompok itu menerima prakarsa gencatan senjata,".
Selain itu, Presiden Afghanistan juga meminta semua negara anggota GNB mendorong Taliban meninggalkan cara-cara kekerasan dan bergerak mewujudkan stabilitas politik di Afghanistan dan kawasan.
Sebelumnya, presiden Afghanistan meminta Taliban menyetujui gencatan senjata yang ditawarkan Kabul, tetapi kelompok ini menolaknya.
Seruan Ashraf Ghani kepada anggota GNB supaya mendorong Taliban menerima gencatan senjata di Afghanistan mengemuka di saat AS gagal memaksa pemimpin kelompok itu berunding demi mencapai kesepakatan gencatan senjata permanen.
Pasca penandatanganan perjanjian damai dengan Taliban pada 29 Februari 2020 di Doha, AS gagal membujuk Taliban untuk memasuki pembicaraan antarfaksi Afghanistan. Efeknya, Washington berubah menjadi aktor politik yang tidak berpengaruh di negara ini.
Amerika Serikat telah berjanji untuk membujuk Taliban menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah Afghanistan, tapi Gedung Putih tidak berhasil mewujudkan janjinya setelah berlalu dua bulan terakhir.
Pemerintah AS juga secara khusus belum memberikan jadwal penarikan penuh pasukannya dari Afghanistan di bawah perjanjian Doha, dan faktanya Washington tidak memenuhi komitmennya yang memicu reaksi keras dari Taliban.
Berdasarkan perjanjian Doha, AS yang mengatasnamakan dirinya sebagai pendukung pemerintah Afghanistan, meskipun tanpa koordinasi dengan Kabul; harus membebaskan para tahanan Taliban sebelum digelar pembicaraan damai antarfaksi Afghanistan. Masalahnya, hal ini dipandang oleh pemerintahan Kabul bertentangan dengan kepentingan nasional Afghanistan.
Menyikapi masalah ini, Ashraf Ghani mengadopsi pendekatan bertahap terhadap pembebasan tahanan Taliban untuk menarik komitmen kelompok tersebut dalam mengurangi tingkat kekerasan di Afghanistan. Langkah tersebut didukung oleh rakyat dan faksi-faksi politik Afghanistan.
Ketika janji-janji AS untuk mencapai perjanjian damai dengan Taliban telah menimbulkan tantangan serius bagi pemerintah Afghanistan dalam proses pembicaraan antarfaksi Afghanistan, para pejabat Kabul sekarang mencari cara alternatif untuk menggunakan kemampuan regional dan internasional demi mewujudkan gencatan senjata permanen di negara ini.
Salah satu langkah cerdas yang diambil Ashraf Ghani dengan melibatkan Kelompok Kontak Gerakan Non-Blok supaya mereka juga terlibat dalam upaya mendorong Taliban menerima permintaan gencatan senjata kemanusiaan dari pemerintah Afghanistan.
Tapi masalahnya, satu-satunya langkah yang bisa mendorong Taliban memasuki perundingan Afghanistan-Afghanistan adalah memaksa AS menarik pasukannya dari Afghanistan. Persoalannya, Gerakan Non-Blok yang diharapkan oleh Ashraf Ghani akan berperan yang efektif dalam proses perdamaian di negaranya, faktanya tidak memiliki kekuatan untuk mendorong Gedung Putih menarik pasukan AS dari Afghanistan. Padahal salah satu hulu masalah Afghanistan justru berada di sana.(PH)