Mimpi Keanggotaan Turki di Uni Eropa
https://parstoday.ir/id/news/world-i8626-mimpi_keanggotaan_turki_di_uni_eropa
Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, dalam pernyataan terbarunya menyinggung keanggotaan Turki di Uni Eropa menyebutkan, keanggotaan di Uni Eropa hingga sekarang masih termasuk dalam tujuan strategis Ankara.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 10, 2016 13:18 Asia/Jakarta
  • Recep Tayyip Erdogan
    Recep Tayyip Erdogan

Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, dalam pernyataan terbarunya menyinggung keanggotaan Turki di Uni Eropa menyebutkan, keanggotaan di Uni Eropa hingga sekarang masih termasuk dalam tujuan strategis Ankara.

Presiden Turki pada Senin (9/5) memperingati Hari Eropa, menekankan semakin dekatnya Turki dengan Uni Eropa dan mengatakan, Turki berniat melanjutkan bekerjasama dengan Uni Eropa dalam menyelesaikan krisis pengungsi.

 

Erdogan yang menginginkan pembebasan visa bagi warga Turki ke negara-negara anggota Area Schengen dan sedang mempercepat proses perundingan itu untuk keanggotaan Ankara di Uni Eropa, seraya mengatakan, Uni Eropa telah selama 50 tahun membuat Turki menunggu.

 

Tidak diragukan lagi bahwa bergabung ke Uni Eropa merupakan mimpi besar seluruh partai berkuasa Turki selama setengah abad terakhir dan bahwa Turki memanfaatkan kondisi internasional saat ini khususnya di timur Tengah, untuk merealisasikan tujuannya tersebut. Pemanfaatan isu pengungsi dan politik ganda dalam hal ini, sedang digulirkan oleh Turki untuk mengantongi konsesi sebanyak-banyaknya dari Uni Eropa. Konsesi yang dimaksud bisa dalam bentuk bantuan finansial untuk program penampungan pengungsi di perbatasan Turki dan Suriah, atau perlengkapan untuk penampungan pengungsi, atau bahkan konsesi politik dari Eropa yang salah satu di antaranya adalah pembebasan visa bagi warga Turki yang berkunjung ke negara-negara Area Schengen.

 

Politik tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh sebagian partai Turki, khususnya kelompok oposisi yang berpendapat bahwa pemeliharaan nilai-nilai kemanusiaan dan bantuan kepada para pengungsi dari negara tetangga, jangan sampai tersandung persyaratan pembebasan visa bagi warga Turki ke Eropa. Apalagi menurut sebagian partai dan kelompok, Turki juga terlibat dalam eskalasi krisis dan kian berkobarnya api perang di Suriah.

 

Para penentang pemerintah Turki, menilai kinerja partai berkuasa sebagai contoh nyata politik Machiavelli di mana tujuan dapat menjustifikasi sarana apapun untuk mencapainya. Dalam upaya menjadi anggota Uni Eropa, pemerintah Turki juga sedang menghalalkan semua cara untuk mencapai tujuannya. Apalagi Erdogan menekankan bahwa undang-undang kontra-terorisme di Turki tidak akan berubah sementara perubahan undang-undang tersebut merupakan salah satu dari lima persyaratan dari Uni Eropa untuk membebaskan visa kunjungan warga Turki ke negara-negara Area Schengen. Perubahan yang dimaksud adalah penyamaan definisi terorisme oleh kedua belah pihak, mengingat ada perbedaan definisi terorisme antara Turki dan Eropa. (MZ)