Ghalibaf: Rezim Zionis Adalah Musuh Nomor Satu Seluruh Negara Islam
https://parstoday.ir/id/news/iran-i193674-ghalibaf_rezim_zionis_adalah_musuh_nomor_satu_seluruh_negara_islam
Pars Today - Ketua Majelis Syura Islam Iran, dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Irak, dengan menyatakan bahwa rezim Zionis tanpa keraguan adalah musuh semua negara Islam, mengatakan, "Kerja sama Iran dan Irak dalam rangka menjaga persatuan negara-negara Islam melawan rezim Zionis, yang merupakan musuh nomor satu umat Islam, tentu akan efektif."
(last modified 2026-07-24T09:24:20+00:00 )
Jul 24, 2026 16:23 Asia/Jakarta
  • Ali Faleh al-Zaidi, Perdana Menteri Irak dan Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran
    Ali Faleh al-Zaidi, Perdana Menteri Irak dan Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran

Pars Today - Ketua Majelis Syura Islam Iran, dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Irak, dengan menyatakan bahwa rezim Zionis tanpa keraguan adalah musuh semua negara Islam, mengatakan, "Kerja sama Iran dan Irak dalam rangka menjaga persatuan negara-negara Islam melawan rezim Zionis, yang merupakan musuh nomor satu umat Islam, tentu akan efektif."

Sebagaimana dilaporkan Pars Today mengutip IRNA, 24 Juli 2026, Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, pada Kamis (23/7) malam dalam pertemuan dengan Ali Faleh al-Zaidi, Perdana Menteri Irak di Tehran, berterima kasih kepada bangsa dan pemerintah Irak atas penyelenggaraan upacara pemakaman yang megah bagi jenazah pemimpin syahid revolusi di kota-kota Irak.

Ia selanjutnya, dengan menekankan latar belakang hubungan Tehran-Baghdad, mengatakan, "Kerja sama antara Iran dan Irak sangat efektif bagi stabilitas kawasan dan dunia negara-negara Islam. Iran dan Irak, dengan kerja sama satu sama lain, dapat menyelesaikan banyak masalah di kawasan."

Ketua Parlemen Iran, dengan menyatakan bahwa rezim Zionis tanpa keraguan adalah musuh semua negara Islam, dan menegaskan, "Kerja sama Iran dan Irak dalam rangka menjaga persatuan negara-negara Islam melawan rezim Zionis, yang merupakan musuh nomor satu umat Islam, tentu akan efektif."

Ali Faleh al-Zaidi, Perdana Menteri Irak, juga dengan merujuk pada apresiasi Ghalibaf kepada bangsa dan pemerintah Irak atas pemakaman megah jenazah pemimpin syahid revolusi, mengatakan, "Terima kasih tidak perlu; kami menganggap ini sebagai kewajiban kami. Kehilangan beliau bukanlah kehilangan orang biasa; kami kehilangan salah satu tokoh besar Syiah."

Al-Zaidi, dengan merujuk pada kedudukan agung pemimpin syahid revolusi di kalangan Muslim dan Syiah dunia, melanjutkan, "Seseorang mungkin dapat memperoleh segalanya dengan harta benda, tetapi ia tidak dapat memperoleh perasaan rakyat. Kerumunan yang datang ke Irak untuk pemakaman Pemimpin Syahid meskipun cuaca sangat panas, adalah kerumunan yang luar biasa dan menyampaikan gambaran khusus kepada dunia."(Sail)