Rusia Respon Penempatan Perisai Rudal AS di Eropa
Komandan Pasukan Rudal Strategis Rusia, mengatakan sistem perisai rudal Amerika Serikat di Eropa untuk saat ini tidak menjadi sebuah ancaman serius bagi Rusia.
Jenderal Sergei Karakayev pada Selasa (10/5/2016), menuturkan ancaman sistem rudal AS yang disebarkan di Eropa hanya menyajikan ancaman yang terbatas untuk Pasukan Rudal Strategis Rusia, tetapi tidak secara serius mengurangi kemampuan pasukan ini. Demikian dikutip laman berita ISNA.
Dia menegaskan bahwa Rusia akan meng-upgrade peralatan militernya untuk melampaui sistem pertahanan udara AS di tengah meningkatnya kehadiran militer negara itu di Eropa.
"Masa depan rudal balistik antar-benua Rusia akan memungkinkan untuk tidak hanya mengirimkan hulu ledak dengan energi yang efisien dan jalur yang aman, tetapi dapat melancarkan serangan dari arah yang berbeda, yang akan memaksa pihak lawan untuk menyiapkan sistem pertahanan udara all-around," tegas Jenderal Karakayev.
Ia menambahkan bahwa para insinyur militer Rusia memberi "perhatian khusus" untuk meng-upgrade peralatan guna mengatasi sistem pertahanan rudal AS.
Washington telah memberikan pernyataan membingungkan terkait tujuan perisai rudalnya di Eropa Timur pada pertengahan April lalu.
AS dan Uni Soviet telah menandatangani Traktat Angkatan Nuklir Jangka Menengah (INF) pada tahun 1987. Perjanjian ini bertujuan untuk menghapus rudal balistik, rudal jelajah nuklir dan konvensional dengan jarak antara 500-5,500 kilometer. Namun, perjanjian tersebut tidak mengakomodasi peluncuran rudal dari laut. (RM)