Moskow: Kembalinya AS ke JCPOA tidak boleh Mengubah Kesepakatan
-
AS keluar dari JCPOA
Departemen Luar Negeri Rusia Rabu (27/1/2021) malam di statemennya menekankan kembalinya AS ke JCPOA tanpa menerapkan perubahan apapun di kesepakatan internasional ini.
"Kembalinya AS ke JCPOA jangan sampai menjadi alasan untuk mengubah kesepakatan ini atau menerapkan persyaratan lebih banyak kepada Tehran," ungkap Deplu Rusia dalam sebuah statemen seraya mengisyaratkan penekanan akan berlanjutnya pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terhadap program nuklir damai Iran seperti dilansir Fars News.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri Cina baru-baru ini juga menuntut kembalinya Amerika Serikat ke JCPOA tanpa syarat.
Adapun Menlu baru AS, Antony Blinken hari Rabu di awal jumpa persnya seraya menekankan pentingnya Iran kembali ke komitmen JCPOAnya mengatakan, "Amerika akan memanfaatkan kembali ke kesepakatan nuklir sebagai peluang untuk berunding dan mencapai kesepakatan lebih luas."
Menyusul keluarnya AS secara sepihak dan ilegal dari JCPOA pada 8 Mei 2018, Iran berusaha mempertahankan kesepakatan nuklir dengan syarat pihak seberang tetap berkomitmen terhadap kesepakatan ini, namun Eropa tidak berhasil sacara praktis menunjukkan komitmennya untuk mempertahankan JCPOA.
Di kondisi seperti ini, Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran pada 8 Mei 2019, setahun setelah AS keluar dari JCPOA menyatakan, Iran berdasarkan butir 26 dan 36 JCPOA akan menurunkan komitmennya secara bertahap sehingga akan ada keseimbangan antara komitmen dan haknya.
Pemerintah Iran pada Ahad 5 Januari 2020 di statemennya mengumumkan langkah kelima dan terakhir di penurunan komitmen negara ini di JCPOA.
Berdasarkan butir 26 dan 36 JCPOA, jika pihak seberang tidak komitmen dengan janjinya, maka Iran berhak menghentikan secara total atau sebagian komitmennya.
Iran menekankan siap kembali ke komitmen pertamanya di JCPOA jika seluruh sanksi dicabut dan kepentingan negara ini di kesepakatan nuklir terjamin.
Republik Islam Iran juga menyatakan tidak akan menerima syarat dan permintaan apapun untuk kembalinya AS ke JCPOA. (MF)