Rusia Menuntut Tiga Hari Tenang di Sekitar Damaskus
Rusia menuntut diberlakukannya tiga hari tenang di beberapa wilayah konflik di sekitar Damaskus, ibukota Suriah
Press TV (24/5) melaporkan, Sergey Kuralenko, Ketua Pusat Pengawasan Gencatan Senjata Suriah mengatakan, dengan maksud untuk menjaga kondisi yang berlaku, Rusia menuntut diberlakukannya tiga hari tenang di wilayah Ghouta dan Daraa, serta meminta Amerika Serikat mendesak para teroris yang berada di bawah pengaruhnya, untuk bergabung dengan gencatan senjata.
Kuralenko juga meminta para teroris untuk keluar dari wilayah-wilayah yang diduduki oleh kelompok teroris Front Al Nusra.
Ia menambahkan, informasi-informasi yang berhasil diperoleh oleh para inspeksi Rusia dan Suriah menunjukkan, Front Al Nusra sudah mengumpulkan 6000 teroris untuk melakukan operasi di Provinsi Aleppo.
Pada saat yang sama, militer Suriah pada hari Jumat, berhasil membebaskan 13 desa dari tangan teroris di wilayah Ghouta Timur.
Pasukan Suriah juga membebaskan wilayah Al Shaer dan Um Al Tabareer di pusat Provinsi Homs, dari tangan kelompok teroris Takfiri, Daesh.
Gencatan senjata yang mulai diberlakukan sejak 27 Februari 2016 di Suriah, tidak meliputi kelompok teroris Daesh dan Front Al Nusra. (HS)