Mayjen Abdollahi: Musuh-musuh Iran Harus Hindari Segala Bentuk Kesalahan Kalkulasi
https://parstoday.ir/id/radio/iran-i192422-mayjen_abdollahi_musuh_musuh_iran_harus_hindari_segala_bentuk_kesalahan_kalkulasi
Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya (SAW) Republik Islam Iran dalam sebuah pesannya mengajak masyarakat untuk menghadiri prosesi pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam. Ia juga menegaskan bahwa musuh-musuh Iran yang kuat beserta para sekutu regional dan ekstraregional mereka harus menghindari segala bentuk salah perhitungan serta mempertimbangkan reaksi keras dan penyesalan yang akan diberikan oleh putra-putra bangsa Iran di angkatan bersenjata terhadap setiap ancaman dan agresi.
(last modified 2026-07-02T10:10:15+00:00 )
Jul 02, 2026 17:04 Asia/Jakarta
  • Mayjen Abdollahi: Musuh-musuh Iran Harus Hindari Segala Bentuk Kesalahan Kalkulasi

Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya (SAW) Republik Islam Iran dalam sebuah pesannya mengajak masyarakat untuk menghadiri prosesi pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam. Ia juga menegaskan bahwa musuh-musuh Iran yang kuat beserta para sekutu regional dan ekstraregional mereka harus menghindari segala bentuk salah perhitungan serta mempertimbangkan reaksi keras dan penyesalan yang akan diberikan oleh putra-putra bangsa Iran di angkatan bersenjata terhadap setiap ancaman dan agresi.

Mayor Jenderal Garda Revolusi sekaligus Penerbang Ali Abdollahi, Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya (SAW), dalam pesannya menulis bahwa kesyahidan secara zalim sosok pemimpin besar umat Islam, Ayatullah Agung Imam Sayyid Ali Khamenei (semoga derajatnya ditinggikan Allah), pada awal perang yang dipaksakan serta agresi kriminal dan teroris Amerika Serikat dan rezim Zionis pada 9 Esfand 1404, meskipun merupakan kehilangan yang sangat menyakitkan dan duka mendalam bagi umat Islam serta seluruh kaum merdeka di dunia, darah sucinya akan menyirami pohon kokoh kehormatan dan kemerdekaan Iran sehingga menjadi semakin kuat.

Mayor Jenderal Abdollahi menambahkan bahwa pemimpin yang bijaksana dan berpandangan jauh itu, dengan bertawakal kepada Allah dan mempercayai kekuatan-kekuatan yang beriman serta revolusioner, berhasil membawa kemampuan penangkalan Republik Islam Iran ke tingkat tertinggi. Pengembangan kekuatan rudal dan pesawat nirawak, kemajuan ilmiah yang bersifat strategis, penguatan keamanan nasional, serta semangat "kami mampu" merupakan warisan yang beliau tinggalkan. Menurutnya, kekuatan tersebut membuat musuh, meskipun memiliki perlengkapan dan persenjataan militer serta kemampuan perang gabungan yang unggul, selalu menanggung biaya yang sangat besar setiap kali melakukan agresi dalam perang kedua dan ketiga serta merasakan kehinaan. Ia menegaskan bahwa pemikiran bersejarah tersebut telah mencatatkan babak gemilang dalam sejarah Islam melalui penguatan poros perlawanan dan keteguhan menghadapi dominasi.

Ia menambahkan bahwa Markas Pusat Khatam al-Anbiya (SAW) dan Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, sembari memberikan penghormatan kepada pemimpin mujahid yang syahid, Khamenei tercinta (semoga Allah mensucikan ruhnya), mengundang seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus masa depan bangsa, untuk hadir secara antusias, heroik, dan luar biasa dalam upacara perpisahan, prosesi pemakaman, dan pemakaman beliau beserta anggota keluarganya yang gugur. Kehadiran tersebut diharapkan menjadi simbol abadi persatuan bangsa Iran serta kembali menunjukkan kecintaan kepada kepemimpinan (wilayah), sekaligus menyampaikan kepada ruh suci imam tersebut bahwa berkat darah sucinya, bangsa Iran kini semakin dekat dengan puncak yang telah beliau tunjukkan.

Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya melanjutkan bahwa bentuk penghormatan terbesar kepada pemimpin syahid Iran adalah melanjutkan jalan perjuangannya, yaitu menjaga hasil-hasil Revolusi, memperkuat kemampuan pertahanan, memelihara persatuan dan kepentingan nasional, mempercepat kemajuan ilmu pengetahuan, mewujudkan keadilan, serta bergerak menuju peradaban Islam modern.

Mayor Jenderal Abdollahi juga menyatakan bahwa pada hari-hari yang agung dan penuh pelajaran ini, yang menjadi perwujudan tekad bangsa Iran untuk menuntut balas atas darah pemimpin syahid, pihaknya memperingatkan musuh-musuh Iran, terutama Amerika Serikat, rezim Zionis, serta para sekutu regional dan ekstraregional mereka, agar menghindari segala bentuk kesalahan perhitungan dan mempertimbangkan reaksi keras serta konsekuensi yang akan mereka sesali dari putra-putra bangsa Iran di angkatan bersenjata terhadap setiap ancaman dan agresi di wilayah Republik Islam Iran.

Pada akhir pesannya, ia menyatakan bahwa dirinya bersama seluruh komandan dan prajurit angkatan bersenjata Iran memperbarui ikrar setia kepada Imam Besar, Imam Syahid Revolusi, dan para syuhada pembela tanah air. Mereka juga menyatakan kesiapan penuh untuk menjaga kemerdekaan, keamanan, dan keutuhan wilayah Republik Islam Iran, serta menegaskan ketaatan sepenuhnya kepada arahan penerus beliau, Ayatullah Imam Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata.