Kashan, Ibu Kota Buku Iran
https://parstoday.ir/id/radio/iran-i53373-kashan_ibu_kota_buku_iran
Acara penutupan pemilihan Ibu kota buku Iran, yang berlangsung hari Rabu (27/2018) diadakan di Tehran, dan kota Kashan ditetapkan sebagai Ibukota Buku keempat Iran. Ide "Capital of Book of Iran" bertujuan untuk mempromosikan minat baca pad awal tahun 1397 HS (yang berawal 21 Maret 2018).
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 15, 2018 07:51 Asia/Jakarta

Acara penutupan pemilihan Ibu kota buku Iran, yang berlangsung hari Rabu (27/2018) diadakan di Tehran, dan kota Kashan ditetapkan sebagai Ibukota Buku keempat Iran. Ide "Capital of Book of Iran" bertujuan untuk mempromosikan minat baca pad awal tahun 1397 HS (yang berawal 21 Maret 2018).

"Ibu Kota Buku Iran" adalah sebuah proyek yang setiap tahun memilih kota di Iran dan ditetapkan sebagai Ibukota buku Iran. Sebagian dari ide ini terinspirasi dari proyek "Ibu Kota Buku Dunia", namun dalam pelaksanaannya, lebih menyesuaikan dengan kondisi aktivitas budaya di Iran.

 

Status Ibu kota buku dunia ditetapkan sejak 2001 dan diberikan setiap tahun kepada kota yang dinobatkan oleh UNESCO, dalam upaya meningkatkan posisi buku dan minat membaca. Tujuan UNESCO adalah menerapkan program budaya yang terkait dengan buku dan menciptakan minat membaca dan belajar dalam masyarakat.

Pemilihan Ibukota Buku Iran

 

Di Iran, pemilihan ini tidak ada imbalan finansial untuk seleksi tersebut, melainkan pengakuan terhadap program terbaik yang didedikasikan untuk meningkatkan budaya dan minat membaca. Di antara tujuan dari proyek ini adalah meningkatkan kerja sama dan partisipasi berbagai institusi pemerintah dan nonpemerintah di bidang buku, menggalang investasi swasta, mendukung gagasan baru dan inovatif di bidang buku, desentralisasi program budaya dan penguatan pemerataan budaya, serta mempromosikan budaya membaca.

 

Pada tahun pertama kompetisi di antara kota-kota Iran untuk menjadi Ibu kota buku Iran, kota Ahwaz, dinobatkan sebagai Ibu kota buku, karena menyediakan program inovatif, kooperatif, efektif dan koheren serta memanfaatkan kapasitas sektor swasta, LSM, industri, bahkan pusat olahraga dan budaya.

 

Pada periode kedua, kota Neishabour terpilih sebagai Ibu kota buku kedua Iran, dan alasan utamanya adalah koordinasi dan kerjasama antara berbagai organisasi pemerintah dan nonpemerintah yang aktif di kota dalam melakukan kegiatan terkait.

 

Pada periode ketiga, kota Bushehr terpilih sebagai Ibu kota buku Iran tahun lalu. Bushehr meraih status tersebut karena dukungannya untuk promosi minat membaca, dan di penghujung tahun, pemerintah lokal Bushehr mengambil langkah-langkah signifikan di tingkat provinsi. Bushehr berhasil merebut gelar ini selama satu tahun dengan menerapkan ide inovatif di bawah slogan "Sulitnya Jalan Menuju Kemerdeaan, Buku Adalah Pengecualian.”

 

Sekarang, menjelang tahun keempat pelaksanaan Ibukota Buku Iran. Pada acara yang digelar 27 Februari 2018, kota Kashan di provinsi Isfahan, dari antara 10 kota masuk babak final, dan akhirnya dinobatkan sebagai Ibukota Buku Iran keempat, sementara kota Mahabad di provinsi Azarbaijan Barat, Sadra di provinsi Fars, Dezful di provinsi Khuzestan dan Yazd Ibukota provinsi Yazd, juga mendapat apresiasi atas upaya-upaya yang telah dilakukan.

 

Desa Fahlian di Provinsi Fars, adalah di antara 20 desa yang sampai babak final sehingga dinobatkan sebagai edisi desa terbaik keempat yang banyak berkontribusi pada program peningkatan budaya membaca di komunitas pedasaan dan nomaden.

 

Desa Esfidan di Khorasan Utara, Imamzadeh Bazm di Provinsi Fars, Dehno Ludab di provinsi Kohgiluyeh va Boyer Ahmad, Fishour di Provinsi Fars, Sangan di Khorasan Utara, Fadafen di Provinsi Khorasan Razavi, Sharafabad di provinsi Yazd, Qadikla-ye Bozorg di provinsi Mazandaran, Hosseinabad Karkhaneh di provinsi Hamedan dan Basdey di provinsi Khuzestan, dipilih sebagai desa-desa unggul pada festival ini.

Pemilihan Ibukota Buku Iran keempat

 

Kashan adalah salah satu kota terpenting di Provinsi Isfahan, yang terletak pada ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut dan 240 kilometer di selatan Tehran dan terhubung dengan Tehran dan Isfahan melalui jalan tol dan kereta api. Populasi Kashan sekitar 400.000 orang. Kota besar dan indah ini terletak di tepi barat padang pasir, dan telah lama terkenal dengan produksi kulit, keramik, piring tembaga, air mawar dan hasil perkebunan. Kashan, dengan sejarah 7.000 tahun, merupakan salah satu situs arkeologi terpenting, dan kebanyakan sejarawan dan wisatawan yang mengunjungi kota ini menyebutnya sebagai gerbang menuju peradaban global.

 

Sialk adalah nama peradaban urban pertama Iran tengah di Kashan, tiga kilometer barat daya kota ini. Situs kuno Sialk, terletak di Fin, Kashan, yang memiliki sejarah sekitar 7.000 tahun dan menyimpan jejak peninggalan kehidupan penduduk dataran tinggi Iran.

 

Kerajinan tangan dan industri modern, bersamaan dengan kemajuan sosial, telah memainkan peran penting dalam pengembangan Kashan. Bisnis karpet buatan tangan telah menjadi salah satu alasan utama pertumbuhan ekonomi kota ini selama berabad-abad lalu. Salah satu faktor terpenting yang menyebabkan kelanggengan keberadaan masyarakat di daerah ini adalah mata air Fin di dua kilometer dari Kashan. Sumber air yang melimpah di Fin telah menarik banyak penduduk ke wilayah ini dan memainkan peran utama dalam pembentukan dan kemajuan peradaban di daerah ini.

 

Penemuan koin dari era Achaemenid, kuil api Niyasar, Khorramdasht dan Natanz, merupakan referensi para arkeolog untuk wilayah Niyasar dan Nushabad, kabar tentang sebuauh pemukiman era Sasanian dengan nama Saroyeh di wilayah Kashan, semuanya bersaksi tentang keberadaan peradaban ribuan tahun di kota tersebut.

 

Kashan selama era Islam juga menikmati kemakmuran dan ketenaran dalam kerajinan tembikar dan logam. Dengan dimulainya abad kelima dan munculnya rezim Seljuk, Kashan semakin terkenal dan tersohor. Pada era tersebut, orang-orang hebat dan terkenal dari Kashan menjadi pejabat pemerintah dan mencapai derajat tinggi.

 

Sejarawan, seperti Ravandi, menulis, sebagian besar menteri dan sekretaris negara berasa dari Kashan. Seni dan sains mencapai kesempurnaannya pada periode tersebut dan Khashan menjadi tempat lahirnya ilmu pengetahuan dan sastra. Selama periode ini, kota ini dikembangkan dan dibangun berbagai bangunan publik seperti masjid, sekolah, Dar al-Shifa (rumah sakit) dan perpustakaan.

Ibukota Buku Iran

 

Pada abad ketujuh Hijriah, Kashan menderita kerugian besar akibat serangan brutal orang-orang Mongol, dan sebagian kota ini hancur dan dijarah. Tapi tidak lama setelah itu, Kashan memulihkan kondisinya karena berkembangnya industri kain, karpet, ubin dan tembikar. Selama periode ini banyak bangunan baru dibangun dan pasar dikembangkan. Dengan munculnya aturan pemerintahan era Safavi pada abad kesepuluh, penduduk Kashan, yang adalah orang-orang Syiah, menyambut peraturan tersebut.

 

Kashan memiliki setidaknya 19 bangunan bersejarah yang terjaga dengan baik. Bangunan-bangunan megah tersebut memiliki kriteria umum bangunan tradisional Kashan, dengan ruang yang lebih besar, gaya arsitektur yang lebih terampil dan elemen yang lebih elegan. Di antara bangunan terkenal di Kashan, rumah keluarga Borujerdi, Tabatabai, Abbasiyah, masjid, Madrasah Agha Bozorg dan Madrasah Imam, yang dianggap sebagai mahakarya arsitektur seni Iran. Bangunan-bangunan tersebut adalah salah satu alasan utama para turis domestik dan asing ke kota Kashan.

 

Kashan adalah tempat lahirnya peradaban dan budaya tradisional Iran yang dikenal dengan sebutan Dar al-Mukminin. Kota dengan keotentikan dan tokoh-tokoh besar ilmiah dan sastra yang tak terhitung jumlahnya. Tempat-tempat wisata dan iklim Kashan, yang memiliki dua daerah pegunungan dan gurun pasir, menjadikannya sebagai tujuan wisata penting di Iran. Tradisi Golab Giri atau pengambilan ekstrak bunga mawar pada musim semi, termasuk di antara acara tradisional Kashan yang menarik banyak pengunjung setiap tahunnya.