Nowruz, Manifestasi Pemikiran Iran (1)
Nowruz adalah salah satu kebanggaan besar Iran dan ia laksana cermin, yang merefleksikan identitas nasional Iran dan pandangan mereka tentang dunia. Nowruz adalah manifestasi kebijaksanaan, moderasi, dan harapan akan kehidupan. Nowruz merupakan simbol sika cita bagi orang-orang yang telah mencapai perdamaian dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar meskipun memiliki keragaman di sebuah wilayah geografi yang luas.
Nowruz merupakan salah satu warisan bangsa yang terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO pada 4 Esfand 1388 Hijriah Syamsiah (23 Februari 2010). Ia dianggap sebagai sebuah peninggalan terbesar dari segi bentangan geografis. Nowruz telah terdaftar sebagai warisan budaya tak benda. Warisan budaya tak benda biasanya dilestarikan secara lisan dari generasi ke generasi, dan para pelestari memandang hal itu sebagai bagian dari identitas mereka. Di sepanjang sejarah, warisan ini terus dikembangkan untuk menjawab tuntutan zaman dan ini adalah cerminan dari sifatnya yang dinamis.
Warisan budaya tak benda memiliki sebuah ciri lain – berbeda dengan warisan budaya benda – yaitu tidak mengenal batas geografi dan tersebar luas karena kontak antar-individu, kelompok, dan suku bangsa, serta bergerak dari satu wilayah geografi ke wilayah geografi lain.
Iran dari segi peradaban dan kontribusinya dalam membentuk sejarah umat manusia, merupakan salah satu negara terkaya di dunia di bidang budaya, sebuah budaya yang telah memainkan peran konstruktif dan kreatif dalam pengembangan dan penguatan kualitas hidup masyarakat. Pemikiran masyarakat Iran dan pandangan dunia mereka telah terbentuk di sepanjang sejarah dan muncul dalam bentuk mitologi, filsafat, dan irfan.
Pemikiran Iran – yang terbentuk sejak masa lampau – telah melewati berbagai fase perubahan sebelum Islam dan setelah Islam, dan mencapai puncaknya dengan kemunculan para filosof besar seperti, Ibnu Sina, Attar Neyshaburi, Abu Said Abu al-Khair, Hallaj, Syams dan Maulana, dan sampai sekarang masih berkembang dalam budaya masyarakat Iran.
Sebagai contoh, perayaan Nowruz meskipun ia hari raya nasional bangsa Iran, tapi memperoleh pengakuan dari pemuka agama Islam seperti tertulis dalam berbagai kitab dan riwayat Islami. Para ulama menganggap Nowruz sebagai ruang untuk mempertebal spiritualitas di masyarakat. Beberapa tradisi yang ditekankan oleh Islam, seperti silaturahmi, saling berkunjung, dan memuliakan orang tua, mendapat perhatian besar dalam Nowruz dan perayaan nasional ini sarat dengan nuansa religius.
Nowruz menyimpan karakteristik yang paling penting dari pemikiran Iran dan ia dianggap sebagai pilar utama dalam perayaan tradisi tahunan ini, dan di sisi lain, perayaan ini berperan penting dalam melestarikan khazanah pemikiran bangsa Iran. Sebagai sebuah masyarakat, Iran memiliki ciri khas pemikiran yang menjelaskan tentang identitas mereka. Identitas ini adalah gabungan dari eksistensial masyarakat Iran dan individu yang bergantung pada komunitas, tanah, dan budaya ini.
Poin lain yang perlu diperhatikan dalam studi pemikiran Iran adalah bahwa pemikiran bangsa Iran terus berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Perkembangan ini muncul dalam gaya hidup, pola pergaulan, interaksi dengan orang lain, dan interaksi dengan dunia. Semua ini membentuk pola kehidupan masyarakat Iran di era modern.
Keyakinan akan keberadaan pemikiran ini telah menumbuhkan optimisme bangsa Iran untuk mencapai posisi yang layak dalam perjalanan menuju kemajuan pemikiran dan peradaban manusia. Jelas bahwa di dunia modern, syarat kesuksesan kita bergantung pada pemahaman fundamental tentang pandangan dunia dan penerimaannya secara sadar sebagai sebuah sistem pemikiran yang independen.
Karakteristik pertama masyarakat Iran adalah memiliki jiwa puitis yang kental, tidak hanya dari segi sastra, tapi juga dari cara memandang semesta dan dunia, dan ciri khas ini bisa ditemukan dalam perayaan Nowruz. Studi terhadap berbagai aspek kehidupan individu dan sosial masyarakat Iran dan perilaku mereka, menunjukkan bahwa pemikiran dan kehidupan mereka tidak pernah lepas dari nilai seni dan sastra, dan seakan telah menyatu dengan jiwa mereka.
Meskipun Nowruz berhubungan dengan kepercayaan dan tradisi bangsa Iran, namun ia juga punya kaitan yang erat dengan salah satu aspek utama kehidupan semua bangsa di bumi yaitu; alam dan lingkungan hidup. Kelahiran dan penciptaan dunia pada awal musim semi, tumbuhnya tanaman, dan harapan akan kehidupan baru alam, merupakan ciri khas menonjol dari perayaan Nowruz bagi orang-orang yang terpesona dengan alam. Perayaan ini mengajak manusia untuk bersahabat dengan alam dan hidup damai berdampingan dengannya.
Melestarikan dan menjaga alam dan habitat hidup manusia selama ribuan tahun, selalu menjadi tugas besar dan mulia bagi bangsa Iran, dan ritual tahun baru yang dimulai sebulan sebelum Nowruz, semuanya menekankan masalah ini.
Ciri khas kedua pemikiran Iran adalah hidup bersahabat dengan alam dan melestarikan lingkungan hidup. Karakteristik ini terlihat jelas dalam perayaan Nowruz. Dan ciri khas ketiga pemikiran Iran adalah berdamai dengan diri sendiri dan dengan orang lain serta berinteraksi dengan dunia. Nowruz menghadirkan kesempatan emas bagi setiap warga Iran untuk kembali kepada dirinya sendiri serta memperbaiki hubungan internal dan eksternalnya.
Manusia banyak disibukkan oleh urusan di luar dirinya, dan secara tidak sadar ia telah melalaikan kondisi batinnya. Banyak yang berkata, apakah mungkin manusia tidak berdamai dengan dirinya? Harus dikatakan bahwa banyak dari kita belum berdamai dengan diri kita sendiri. Berdamai dengan diri berarti; "Saya menghormati semua keputusan dan pilihan saya di masa lalu, dan jika saya telah membuat kesalahan, saya akan menerimanya. Jika karena kesalahan itu, saya harus menerima rasa sakit dan penderitaan, saya akan memaafkan diri saya."
Memaafkan diri sendiri dan membuka lembaran baru, adalah salah satu ciri khas terpenting pemikiran bangsa Iran, dan sama pentingnya dengan memafaatkan orang lain dan berdamai dengan sesama. Nowruz adalah kesempatan emas untuk berdamai dengan diri sendiri, lingkungan sekitar, dan masyarakat dunia.
Mungkin akan mengejutkan jika kita bertanya kepada setiap warga Iran tentang hal yang mereka pelajari di masa kecil. Tentu mereka akan berkata bahwa kami menghafal puisi-puisi indah dari para penyair besar Iran. Anak-anak Iran juga menghafal bait-bait puisi dari sastra klasik Persia, dengan dukungan keluarga dan lingkungan sekitar.
Tentu saja, fenomena ini tampaknya tidak begitu penting bagi beberapa pihak, tapi di luar itu, kita bisa memahami kedudukan penting puisi dan syair dalam pemikiran Iran. Posisi istimewa ini tidak tergerus oleh waktu, dan perjalanan waktu tidak merusak hubungan antara masyarakat Iran dengan para penyairnya. Kecintaan terhadap penyair dan syair masih terpelihara dalam diri mereka di usia dewasa, dan mereka membawa serta para sastrawan besar Iran dalam setiap perayaan.
Untuk lebih mengenal ciri khas pemikiran Iran dan hubungannya dengan karya-karya para penyair, kini kita akan berkenalan dengan lima pujangga besar Persia. Karya-karya mereka telah mempengaruhi seluruh kehidupan dan pemikiran rakyat Iran, dan menciptakan sebuah hubungan yang istimewa dengan orang-orang Iran.
Penyair pertama; Abul Qosim Ferdowsi, sang penyair yang telah menghidupkan identitas Iran. Ferdowsi adalah seorang penyair epos yang berusaha menemukan kembali jati diri bangsa Iran, dan ia terkenal di seluruh dunia atas karya legendarisnya, Shahnameh. Meski Shahnameh sudah berumur ribuan tahun, namun kisah-kisah indahnya digemari oleh seluruh kalangan masyarakat. Bahkan restoran-restoran tradisional di Iran selalu menempel gambar Ferdowsi sebagai simbol warisan budaya yang harus dilestarikan. Hubungan yang paling jelas antara Ferdowsi dan Iran dapat disaksikan di Hari Nowruz.
Shahnameh menyebut kata Nowruz, tibanya tahun baru, dan bulan Farvardin sebanyak 33 kali. Buku ini memperkenalkan Nowruz sebagai hari yang paling cerah di sepanjang tahun, dan matahari bersinar lebih baik dari hari-hari lain. Menurut Shahnameh, perayaan Nowruz selalu dilakukan dengan megah dan sebenarnya ia merupakan perayaan untuk kegembiraan dan kebahagiaan rakyat. Kecintaan rakyat Iran kepada Ferdowsi dan Shahnameh, membuat mereka menerima gambaran Ferdowsi tentang Nowruz, dan masyarakat juga menganggap Nowruz sebagai hari yang paling cerah dalam setahun dan hari untuk bergembira.
Pemikiran Iran ini sudah ada selama berabad-abad di Iran dan telah menjadi bagian integral dari budaya dan kepercayaan bangsa Iran.