Rahbar, Idul Fitri dan Dunia Islam
Hari raya Idul Fitri adalah hari kemenangan dan kebahagiaan bagi seluruh Muslim karena mereka telah melalui satu bulan ibadah di bulan suci Ramadhan. Di hari raya idul fitri mereka bergembira dan bersyukur atas karunia ilahi. Di pagi hari tanggal satu Syawal, umat Islam menunaikan shalat berjamaah. Di Tehran, shalat idul fitri dipimpin oleh Ayatullah Uzma saydi Ali Khamenei.
Ayatullah Khamenei dalam khutbah shalat Idul Fitri hari Jumat (15/6) menyampaikan selamat hari raya idul fitri kepada bangsa Iran dan umat Islam. Dalam khutbahnya, beliau menyinggung perkembangan kemajuan spiritual umat Islam di bulan suci Ramadan.
Rahbar berkata, "Ketika membandingkan tahun ini dengan tahun sebelumnya, saya melihat kemajuan dalam spiritualitas, dalam perbuatan baik, dan berbagai amal yang mendekatkan kepada Allah swt.. majelis doa dan zikir, maupun munajat setiap tahun juga semakin marak dan lebih banyak pesertanya. Ini jarang terjadi sebelumnya,".
Ayatullah Khemenei memandang spiritualitas masyarakat meningkat di bulan suci Ramadan dan perannya yang signifikan dalam menghadapi penyimpangan sosial dan kerusakan moral. Menurut beliau, nilai spiritualitas inilah yang menjaga motivasi, energi daya juang dan pengorbanan bangsa Iran.
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, dalam khutbah shalat Idul Fitri di Tehran, menjelaskan sejumlah masalah penting termasuk partisipasi luas rakyat Iran pada demonstrasi akbar Hari Quds Sedunia, kekalahan AS di kawasan Asia Barat dan juga makar anti-Iran.
Rahbar pada Jumat pagi (15/6/2018), di hadapan para jemaah shalat Idul Fitri di Tehran, menyinggung partisipasi besar bangsa Iran dan berbagai bangsa dalam demonstrasi akbar Hari Quds Sedunia tahun ini dan menegaskan, “Pesan perluasan dan perkembangan demonstrasi Hari Quds Sedunia di berbagai negara dunia adalah bahwa meski propaganda asing, namun bangsa-bangsa Muslim semakin lebih dekat dan selaras dengan bangsa Iran.”
Rahbar menyebut faktor propaganda berkelanjutan kekuatan durjana anti-Iran adalah kekhawatiran mereka terhadap perlawanan, kekuatan, independensi, perspektif tinggi dan novatif bangsa Iran. Beliau mengatakan, “Tentunya kekuatan durjana itu akan terus berusaha, tetapi mereka juga akan selalu gagal.”
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei menilai pengakuan terbaru presiden AS bahwa Washington telah menggelontorkan triliunan dolar di kawasan Asia Barat, tapi tidak berhasil mewujudkan tujuannya, bermakna kegagalan bagi mereka.
Dalam pidatonya, Rahbar menyinggung pengakuan kegagalan AS mewujudkan tujuannya, meskipun AS telah mengucurkan tujuh triliun dolar di Asia Barat.
"Pengakuan presiden AS menunjukkan bahwa Setan Besar dengan berbagai aksinya tidak berhasil meraih tujuan. Setelah ini pun, berapa saja dana yang digelontorkan, mereka tetap tidak akan pernah bisa mencapai tujuannya," ujar Rahbar.
Ayatullah Khamenei memandang berlanjutnya permusuhan kekuatan destruktif global terhadap bangsa Iran karena kekhawatiran mereka terhadap perlawanan, independensi, visi dan inovasi bangsa Iran. Ditegaskannya, hingga kini mereka terus-menerus melanjutkan aksinya, tapi senantiasa gagal.
Meskipun demikian, Ayatullah Khamenei mengingatkan bangsa Iran untuk senantiasa waspada menghadapi berbagai serangan musuh dari berbagai arah. Sebab, plot musuh dewasa ini menyasar tekanan ekonomi demi menciptakan ketidakpuasan dan keputusasaan di tengah masyarakat.
Rahbar memandang persatuan tidak hanya di tingkat nasional Iran saja, tapi juga di arena internasional. Dalam doa qunut shalat Idul Fitri biasanya dibaca, "[Hari raya Idul Fitri ini] untuk Muhammad yang Tuhan anugerahkan shalawat kepada beliau dan Ahlul Baitnya, bertambah kemuliaan dan keagungannya. Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan para duta besar perwakilan negara Muslim menjelaskan mengenai doa Qunut ini.
Menurut beliau, salah satu unsur paling penting yang menjadi sumber kebanggaan dan kemuliaan bagi Muhammad Saw dan umatnya, masyarakat Muslim adalah persatuan umat Islam dan hilangnya berbagai friksi maupun perselisihan,".
Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan pejabat tinggi Iran, dan para duta besar dari negara-negara Muslim, serta masyarakat Iran, Jumat pagi (15/6) menyerukan supaya para pejabat negara Muslim, pemimpin politik, agama dan budaya bangsa-bangsa Muslim mewaspadai setiap plot musuh terhadap umat Islam.
Rahbar mengungkapkan bahwa salah satu masalah paling penting dunia Islam adalah menjaga persatuan dan menghindari perselisihan. Ditegaskannya, satu-satunya solusi menghadapi kebijakan destruktif AS dan Zionis adalah mengenali plot musuh, dan strategis menghadapinya.
Menurut Rahbar, salah satu tujuan utama berdirinya rezim Zionis adalah menyulut perselisihan di tubuh bangsa-bangsa Muslim. Tapi pengalaman historis menunjukkan bahwa agresor semacam rezim Zionis tidak akan pernah abadi, karena memiliki masalah ketiadaan legitimasi.
Di bagian lain pidatonya, Ayatullah Khamenei menilai hubungan diplomatik secara tersembunyi maupun terang-terangan yang dilakukan sejumlah negara di kawasan dengan rezim Zionis, ataupun kebijakan AS memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis, tidak akan pernah bisa membantu mengatasi masalah yang dihadapi rezim Zionis.
"Rezim [Zionis] berdiri di atas represi, agresi dan pembantaian serta pengusiran sebuah bangsa dari tanah airnya. Oleh karena itu, ketiadaan legitimasi rezim Zionis terpatri di dada bangsa-bangsa Muslim, dan tidak akan bisa mengubah peta Palestina dari memori sejarah geografi dunia," tegas Ayatullah Khamenei.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei menegaskan bahwa masalah utama rezim Zionis adalah ketiadaan legitimasi, dan berdiri di atas fondasi yang salah. Oleh karena itu, dengan taufik ilahi dan tekad kuat bangsa-bangsa Muslim, maka Israel pasti akan binasa.
Selama bertahun tahun, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam pidatonya menyuarakan penyelesaian yang adil, demokratis dan berpijak pada fakta sejarah serta pandangan objektif untuk menyelesaikan masalah Palestina.
Kali ini, Ayatullah Khamenei kembali menjelaskan solusi terhadap masalah Palestina yang disampaikan di hadapan pejabat Iran dan duta besar negara-negara Muslim yang menghadiri pertemuan pada hari raya Idul Fitri.
Ayatullah Khamenei mengatakan, untuk menentukan jenis pemerintahan di negara bersejarah Palestina harus merujuk opini publik berdasarkan cara yang diterima oleh semua dunia, dan harus diselenggarakan referendum dan diambil pemungutan suara dari semua penduduk asli Palestina yang meliputi Muslim, Yahudi dan Kristen, di mana mereka telah tinggal di tanah ini paling tidak selama 80 tahun, baik itu mereka di dalam maupun di luar Palestina
Rahbar menegaskan urgensi penyelenggaraan referendum yang diikuti oleh orang-orang Palestina, baik yang beragama Islam, Kristen maupun Yahudi. Beliau juga menyerukan dibentuknya pemerintahan Palestina yang berpijak dari hasil referendum tersebut.
Ayatullah Khamenei mengatakan, "Sebagaimana negara-negara merdeka lain di dunia, bangsa Palestina, orang Palestina asli, baik yang beragama Islam, Kristen maupun Yahudi, bukan yang datang dari negara lain ke wilayah Palestina. Suara orang-orang Palestina harus didengar, dan menjadi penentu bentuk pemerintahan. Pemerintahan inilah yang akan nasib para pendatang ke wilayah ini [yaitu] Zionis dan para pemimpinnya,".
"Sejatinya, penyelenggaraan referendum dan pembentukan pemerintahan Palestina berdasarkan suara orang Palestina, bermakna kebinasaan rezim rekayasa Zionis, yang pasti akan terwujud dalam waktu yang tidak lama lagi," papar Ayatullah Khamenei. Rahbar menegaskan bahwa kehancuran rezim Zionis akan menjadikan umat Islam bersatu dan mulia.