Aug 31, 2021 06:11 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 31 Agustus 2021

Hari ini Selasa, 31 Agustus 2021 bertepatan dengan 22 Muharam 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 9 Shahrivar 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Ibnu Haitsam Lahir

 

1089 tahun yang lalu, tanggal 22 Muharam 354 HQ, Abu Ali Hasan bin Haitsam Bashri, yang terkenal dengan nama Ibnu Haitsam, seorang ilmuwan terkemuka muslim, terlahir ke dunia di kota Basrah, Irak.

 

Ibnu Haistam menguasai ilmu fisika, matematika, teknik sipil, logika, dan astronomi, dan dia mengahsilkan banyak karya penulisan di bidang-bidang tersebut. Ibnu Haitsam banyak memberi pengaruh dalam perkembangan keilmuan Islam dan dunia.

 

Para ilmuwan Eropa banyak melakukan penelitian atas karya-karya Ibnu Haitsam, di antaranya Roger Bacon, seorang ilmuwan Inggris abad ke-13, yang dalam penelitiannya mengenai penggunaan matematika dalam ilmu alam, banyak menggunakan hasil-hasil eksperimen Ibnu Haitsam.

 

Karya penulisan Ibnu Haitsam yang terpenting berjuudul "al-Manazir" yang terdiri dari 7 makalah mengenai keistimewaan cahaya. Terjemahan kitab ini dalam bahasa Latin pada abad pertengahan memberi pengaruh besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan di Barat. Ibnu Haitsam meninggal dunia tahun 430 di Kairo.

 

Imam Musa Sadr Hilang

 

43 tahun yang lalu, tanggal 9 Shahrivar 1357 HS, Imam Musa Sadr dinyatakan hilang setelah diundang ke Libya.

 

Imam Musa Sadr lahir di kota Qom pada 1307 HS. Setelah menyelesaikan  pendidikan dasar agamanya, beliau kemudian belajar kepada ayahnya Ayatullah Sayid Sadr ad-Din, Ayatullah Sayid Mohammad Mohaqqeq Damad, Sayid Hossein Boroujerdi dan Imam Khomeini ra. Setelah itu beliau menuju kota Najaf, Irak untuk melanjutkan pendidikan agamanya di sana hingga mencapai mujtahid.

 

Pasca wafatnya Ayatullah Sayid Abdul Husein Syarafuddin, Imam Musa Sadr memegang tampuk kepemimpinan Syiah Lebanon. Di masa kepemimpinannya, beliau berhasil mengubah kondisi budaya, sosial dan politik warga Syiah di Lebanon Selatan dan untuk itu beliau menggagas pendirian "Harakah al-Mahrumin" (Gerakan Pengentasan Kemiskinan).

 

Pejuang Islam yang tak kenal lelah ini senantiasa berusaha menciptakan persatuan antara negara-negara Arab dan memobilisasi mereka mengisolasi rezim Zionis Israel. Beliau melakukan perjalan ke negara-negara Arab untuk memperkuat Harakah al-Mahrumin dan membeli senjata. Perlahan-lahan beliau menjadi tokoh politik penting internasional.

 

Ketika Libya mengundang Imam Musa Sadr ke negaranya, dalam perjalanan ke negara ini, pada 9 Shahrivar 1357 HS, beliau menghilang dan tidak ada kabarnya. Sekalipun banyak berita tentang beliau yang kontradiktif mengenai apakah beliau masih hidup atau tidak, tapi tidak ada dokumen yang betul-betul dapat dipercayai mengenai nasib beliau.

 

Malaysia Merdeka

 

64 tahun yang lalu, tanggal 31 Agustus 1957, Malaysia meraih kemerdekaannya dari Inggris. Masyarakat Malaysia sejak abad ke-13 secara bertahap mengenal Islam.

 

Pengaruh Eropa masuk ke negara ini pada awal abad ke-16 dengan masuknya Alburquerque, pelaut Portugis. Pada abad ke 17, Belanda menguasai Malaysia. Kemudian pada tahun 1824 atas perjanjian antara Belanda dan Inggris, Malaysia diserahkan kepada Inggris dan Indonesia diserahkan kepada Belanda.

 

Pemerintahan Malaysia berbentuk federasi dan tiap negara bagian dipimpin oleh seorang Sultan. Wilayah Malaysia terdiri dari dua bagian terpisah di tepi Laut Cina Selatan. Luas wilayah negara ini adalah sekitar 330 ribu kilometer persegi dan berbatasan dengan Indonesia dan Thailand.