Mar 26, 2023 07:30 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 26 Maret 2023

Hari ini, Minggu, 26 Maret 2023 bertepatan dengan 4 Ramadan 1444 Hijriah Qamariah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 6 Farvardin 1402 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini.

Qadhi Said Ibnu Sana Al-Mulk Wafat

 

Tanggal 4 Ramadan 608 HQ, Abul Qasim Hibatullah bin Ja'far yang dikenal dengan nama Qadhi Said Ibnu Sana Al-Mulk, seorang penyair dan sastrawan terkenal Mesir meninggal dunia.

 

Qadhi Said Ibnu Sana al-Mulk yang dikenal dengan nama kakeknya, Ibnu Sana al-Mulk, terlahir di Kairo pada tahun 545 Hijriah dari kalangan keluarga yang taat beragama. Keilmuannya di bidang al-Quran dan Nahwu diperolehnya saat belajar dari para ulama di Kairo, sedangkan ilmu-ilmu lainnya ia peroleh dengan berguru kepada para ulama di Iskandariah.

 

Sejak masih muda, Ibnu Sana al-Mulk sudah menunjukkan minat dan bakatnya yang sangat besar kepada puisi dan sastra. Ia kemudian melahirkan sejumlah karya puisi yang di antaranya berkaitan dengan peristiwa gugurnya Imam Husein bin Ali as di padang Karbala.

 

Mahasiswa Menduduki Kedubes Mesir di Tehran

 

Tanggal 6 Farvardin 1358 HS, mahasiswa Iran menduduki Kedubes Mesir di Tehran.

 

Setelah berbulan-bulan perundingan antara Israel dan Mesir dengan Amerika sebagai penengahnya, ditandatangani perjanjian damai antara keduanya di Washington. Menjelang terlaksananya gerakan pengkhianatan ini, Imam Khomeini ra mengeluarkan pesan yang menyebut perjanjian damai Anwar Sadat, Presiden Mesir waktu itu dengan Israel sebagai bentuk pengkhianatan kepada Islam dan Muslimin sekaligus mengutuk perjanjian tersebut.

 

Dalam aksi protes atas kesiapan Mesir untuk menandatangani perjanjian damai, dini hari 6 Farvardin 1358 HS, lebih dari lima puluh mahasiswa Arab yang tinggal di Iran menyerang Kedutaan Besar Mesir di Tehran dan menduduki halamannya. Setelah itu mereka menyebarkan pamflet berisi 5 butir pernyataan. Selain memrotes kinerja pemerintah Mesir, disebutkan bahwa Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai satu-satunya wakil bangsa Palestina.

 

Sekalipun aksi ini didukung oleh para mahasiswa Iran, tapi Kementerian Luar Negeri Pemerintah Sementara menilai itu tidak menguntungkan Revolusi Islam Iran dan revolusi bangsa Palestina. Akhirnya, para mahasiswa yang menempati gedung Kedubes Mesir sehari setelahnya (7 Farvardin 1358 HS) harus meninggalkan tempat itu.

 

Ketika pemerintah Mesir menerima Shah Iran yang dilengserkan, pemerintah Iran memutuskan hubungan politiknya dengan Mesir.

 

Perjuangan Rakyat Kenya Bergolak

 

Tanggal 26 Maret tahun 1952, kelompok nasionalis Kenya di bawah kepemimpinan Jomo Kenyatta melakukan pemberontakan melawan kolonialis Inggris.

 

Antara perang dunia pertama dan kedua, Kenya mengalami pergolakan hebat. Setelah perang dunia kedua usai, rakyat Kenya berupaya merebut kemerdekaannya.

 

Undang-undang yang diterapkan oleh kolonial Inggris yang membatasi hak-hak rakyat Kenya khususnya terhadap suku Kikuyu melahirkan gerakan perlawanan dengan dibentuknya kelompok Mau Mau. Kelompok Mau mau yang bersenjata, membantai banyak orang Inggris. Akhirnya perlawanan rakyat Kenya membuahkan kemerdekaan untuk negeri ini.

 

Kenya dengan luas wilayah 582.646 kilometer persegi terletak di wilayah timur benua Afrika.