May 08, 2023 06:10 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 8 Mei 2023

Hari ini, Senin, 8 Mei 2023 bertepatan dengan 17 Syawal 1444 Hijriah Qamariah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 18 Ordibehesht 1402 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini.

Perang Khandaq Meletus

 

Tanggal 17 Syawal 5 HQ,  Perang Khandaq atau Perang Ahzab meletus di seputar kota Madinah.

 

Perang ini pecah akibat hasutan kaum Yahudi Madinah yang takut melihat kemajuan Islam. Kaum Musyrikin Mekah kemudian bergerak menuju Madinah untuk menyerang kaum Muslimin dengan dipimpin oleh Abu Sufyan.

 

Ketika Rasulullah mendengar kabar akan datangnya serangan dari kaum Musyrikin itu, beliau berunding dengan para pasukannya. Salman al-Farisi, salah seorang sahabat setia Rasul, mengusulkan agar digali parit di seputar kota Madinah.

 

Ketika pasukan Musyrikin melihat parit itu, mereka amat terkejut dan perang tertunda selama beberapa hari. Kemudian, beberapa tokoh perang Musyrikin, di antaranya Amr bin  Abdiwad,  berhasil melewati parit tersebut dan berduel dengan Imam Ali. Melihat para pendekarnya berhasil dikalahkan, kaum Musyrikin ketakutan dan kembali ke Mekah.

 

Pembebasan Kota Hoveyzeh dari Pasukan Baath, Irak

 

Tanggal 18 Ordibehesht 1361 HS, kota Hoveyzeh berhasil dibebaskan dari pendudukan rezim Baath, Irak.

 

Dalam operasi militer Baitul Moghaddas, para pejuang Islam Iran semakin mendekati perbatasan internasional dan merangsek ke depan hingga berada hanya 17 kilometer dari garis perbatasan. Kota Hoveyzeh yang diduduki pasukan Baath, Irak sejak bulan-bulan pertama perang mulai dikepung pasukan Iran. Sekalipun musuh berusaha matian-matian mempertahankan kota ini, tapi ketika kepungan semakin diperketat, pasukan Irak melihat mereka dalam kondisi terancam, akhirnya mereka memilih untuk meninggalkan kota ini dan mundur dari sana.

 

Tanggal 18 Ordibehesht 1361 HS, para pejuang Islam Iran berhasil menduduki kota yang telah menjadi puing-puing akibat perang hebat. Tapi mereka tidak berhenti hanya membebaskan kota ini dan berusaha mengejar pasukan Baath Irak.

 

Menyusul publikasi pembebasan kota Hoveyzeh, para pemimpin Baath tetap menyatakan bahwa keluar dari Hoveyzeh masih termasuk kemenangan mereka dan menilai itu sebagai taktik perangnya.

 

Uni Soviet Boikot Olimpiade di AS

 

Tanggal 8 Mei 1984, Uni Soviet menyatakan tidak berpartisipasi dalam Pesta Olahraga Olimpiade 1984 di Los Angeles, Amerika Serikat (AS). Boikot ini menjadi ajang berikut dalam konflik politik antara AS dan Soviet selama Perang Dingin.

 

Pernyataan boikot dilontarkan Soviet dua belas pekan sebelum pesta pembukaan ajang olah raga bergengsi se-dunia itu. Melalui siaran televisi, pemerintah Soviet - yang sejak 1991 bubar dan kembali menjadi Rusia - beralasan bahwa Olimpiade sudah menjadi ajang komersialisasi.

 

Selain itu, AS sebagai tuan ruman kurang memberi keamanan yang memadai bagi para atlit manca negara. Dua faktor itulah, menurut Soviet, merupakan pelanggaran bagi Piagam Olimpiade.

Sikap Soviet diikuti oleh hampir semua negara sekutunya di Eropa Timur - kecuali Rumania - dan Kuba. Jadi 14 negara absen dalam Olimpiade 1984.

Namun, kalangan pengamat menilai bahwa pemboikotan Soviet itu merupakan balasan atas ketidakikutsertaan AS dan lebih dari 60 negara lain saat negara komunis itu menjadi tuan rumah Olimpiade di Moskow 1980. Saat itu, AS sengaja absen sebagai protes atas invasi Soviet ke Afganistan.