Jun 02, 2023 06:57 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 2 Juni 2023

Hari ini, Jumat, 2 Juni 2023 bertepatan dengan 13 Dzulqa'dah 1444 H dan menurut kalender nasional Iran adalah tanggal 12 Khordad 1402 HS. Berikut ini adalah sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini.

Ibnu Jauzi Lahir

 

Tanggal 13 Dzulqadah 508 HQ, Ibnu Jauzi, seorang ahli fiqih dan al-Quran abad ke-6 Hijriah, terlahir ke dunia di kota Baghdad.

 

Ibnu Jauzi banyak melakukan perjalanan ke berbagai kota untuk menuntut ilmu, sampai akhirnya ia dikenal sebagai ilmuwan besar pada zamannya.

 

Ibnu Jauzi terhitung banyak menulis buku di bidang agama, di antaranya berjudul "al-Muntazham" dan "Mawa'idzul Muluk". Ia meninggal tahun 597 Hijriah.

 

NAZI Jerman Menguasai Libya

 

Tanggal 2 Juni 1942, Marshal Erwin Rommel, seorang komandan ahli strategi Operasi Anti Serangan Massal asal Jerman, memulai operasinya di utara Afrika.

 

Sebelumnya, tentara Inggris telah menyerbu kawasan Libya dan berhasil merampasnya dari tangan pasukan NAZI Jerman. Akan tetapi, lewat operasi yang berlangsung selama sebulan ini, tentara Jerman bukan saja mampu mengambil alih Libya, mereka bahkan mampu menaklukkan kawasan-kawasan lain di sekitar Libya seperti al-‘Ilmain dan Kota Pelabuhan Iskandariah di Mesir.

 

Kemenangan tentara Jerman ini sangat mengkhawatirkan pasukan sekutu yang diprediksikan bisa menduduki Terusan Suez. Untuk itulah, Inggris mengerahkan segenap kekuatannya ke kawasan tersebut dan akhirnya, pada bulan November tahun itu, tentara Inggris kembali berhasil memukul mundur tentara Jerman.

 

Hujjatul Islam Sayid Abu Turabi Wafat

 

Tanggal 12 Khordad 1379 HS, Hujjatul Islam Sayid Abu Turabi meninggal dunia akibat tabrakan saat hendak menuju Mashad bersama ayahnya.

 

Sayid Ali Akbar Abu Turabi lahir di kota Qom pada 1318 Hs. Setelah menyelesaikan pendidikan tingkat menengah, beliau kemudian melanjutkan pendidikan agama di kota Mashad. Hujjatul Islam Abu Turabi terlibat aktif dalam demonstrasi rakyat Qom pada 15 Khordad 1342 Hs dan ketika Imam Khomeni ra diasingkan ke Najaf, beliau juga pergi ke Najaf dan di sana beliau ikut kuliah Imam Khomeini ra.

 

Abu Turabi belajar di Najaf selama 6 tahun dan kemudian ditahan di perbatasan Khosravi. Oleh SAVAK, beliau dipindahkan ke penjara Komite Bersama dan setelah beberapa waktu untuk kedua kalinya beliau dipindahkan ke penjara Evin.

 

Pasca pembebasannya dari penjara, bersama syahid Sayid Ali Andarzgu, Hujjatul Islam Abu Turabi mulai mengorganisir jihad bersenjata dan berkali-kali dikejar oleh pihak SAVAK.

 

Hujjatul Islam Abu Turabi setelah kemenangan Revolusi Islam Iran terpilih menjadi Ketua Komite Revolusi Islam Qazvin dan dalam pemilu legislatif daerah beliau berhasil menjadi anggota dewan perwakilan daerah Qazvin, bahkan menjadi ketuanya.

 

Bersamaan dengan Perang Pertahanan Suci selama 8 tahun, Hujjatul Islam Abu Turabi bersama syahid Doktor Mostafa Chamran bergabung dalam staf perang gerilya mengkoordinasi pasukan. Pada tanggal 26 Azar 1359 Hs dalam sebuah operasi yang dilakukannya, beliau tertawan pasukan rezim Saddam.

 

Hujjatul Islam Abu Turabi dipenjara di kamp al-Anbar, Mosul 1, 3, 4, Ramadi, Tikrit 5, 17, 18 dan juga penjara Baghdad. Setelah berlalu 10 tahun ditawan, akhirnya pada 1369 Hs, beliau kembali ke tanah air dan tanggal 7 Mehr 1369 Hs diangkat oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran sebagai Wakil Wali Faqih urusan tawanan Iran yang telah dibebaskan Irak. Beliau juga sempat menjadi anggota Majlis (parlemen) Iran periode 4 dan 5.