Lintasan Sejarah 16 Juni 2023
Hari ini, Jumat, 16 Juni 2023 bertepatan dengan 27 Dzulqa'dah 1444 H dan menurut kalender nasional Iran adalah tanggal 26 Khordad 1402 HS. Berikut ini adalah sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini.
Teymoor Lang Bantai Ribuan Warga Kota Baghdad
Tanggal 27 Dzulqadah 804 HQ, Teymoor Lang membantai ribuan warga kota Baghdad.
Teymoor Gorgani yang dikenal dengan Teymoor Lang selama berkuasa 36 tahun tiga kali melakukan serangan brutal; tiga, lima dan 7 tahun ke daerah-daerah sekitar Iran. Setiap kali menyerang ia membantai ratusan warga yang hidup di sana. Setiap kali berhasil menguasai sebuah kota, ia membuat menara dari kepala-kepala korbannya dan meninggalkan kesan akan kebengisannya.
Pada tanggal 27 Dzulqadah 804 HQ Teymoor Lang bersama pasukannya menyerang dan menguasai kota Baghdad yang pada tahun 565 HQ diserang oleh Hulagu Khan dan membantai rakyat kota ini. Karena beberapa dari tentaranya tewas dalam serangan ini, Teymoor Lang memerintahkan setiap tentara harus membawa dua kepala. Memenuhi perintah itu, tentaranya melakukan pembantaian besar-besaran di Baghdad yang mengakibatkan ribuan warga, tidak peduli orang tua atau anak kecil, laki-laki atau perempuan dibunuh untuk memenuhi perintah Teymoor Lang.
Setelah melakukan pembantaian dan kejahatan yang tiada taranya itu, Teymoor Lang memerintahkan pasukannya untuk menjarah apa saja yang ada dan meninggalkan Baghdad dalam keadaan rusak.
Empat Anggota Motalefeh Islami Dihukum Mati
Tanggal 16 Juni 1963, Muhammad Bukharai, Shadiq Amani, Shaffar Harandi dan Morteza Niknejat, empat anggota kelompok Motalefeh Islami dihukum mati oleh rezim despotik Syah Iran.
Keempat pahlawan perjuangan Islam di Iran ini adalah anak-anak muda yang berani dan sangat patuh kepada agama. Dalam perjuangan mendirikan pemerintahan Islam di Iran mereka rela mengorbankan nyawa. Kelompok Motalefeh Islami terbentuk setelah rezim Shah melakukan pembunuhan massal tanggal 5 Juni tahun 1963 .
Kelompok ini memiliki misi suci yaitu menentang rezim Shah serta memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan bangsa Iran. setelah Imam Khomeini diasingkan ke luar negeri oleh Shah, Motalefeh Islami membentuk sayap militer yang bertugas membunuh para pemuka rezim Shah yang terbukti telah melakukan pengkhianatan terhadap bangsa dan agama. Sayap militer inilah yang membunuh perdana menteri Iran saat itu Hassan Ali Mansour yang merupakan pelaksana undang-undang kapitulasi yang memberikan kebebasan mutlak kepada warga AS di Iran untuk berbuat semau mereka.
Rezim despotik Shah telah menangkap dan memejahijaukan lebih dari seratus kader kelompok Motalefeh Islami melalui proses hukum yang tidak adil. Empat diantara kader utama kelompok ini dihukum mati sementara sebagian lainnya mendapat vonis penjara untuk masa yang panjang.
Prancis Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran
Tanggal 26 Tir 1366 HS, Prancis putuskan hubungan diplomatik dengan Iran.
Pemerintah Perancis sejak awal perang 8 tahun Iran-Irak memberikan dukungan penuh kepada Irak dan semasa perang, dukungan ini semakin meluas. Perancis memberikan senjata-senjata modern seperti pesawat tempur Super Etendard dan helikopter Super Frelon yang dipersenjatai dengan rudal Exocet kepada Irak yang membuat Irak menjadi kuat, sehingga mampu menyerang kapal-kapal Iran.
Pemerintah Irak sendiri dengan memanfaatkan pesawat dan helikopter ini sejak tahun 1363 HS meningkatkan serangannya terhadap kapal-kapal tanker Iran dan ratusan kapal yang menjadi sasaran tembak.
Antara tahun 1364-1365, Prancis memberikan bantuan utang sebesar 5 miliar dolar kepada Baghdad dan dengan demikian Perancis menjadi partner Eropa terbesar bagi Irak. Bersamaan dengan bantuan ini, Paris berusaha untuk tidak membayar utangnya sebesar 1 miliar dolar kepada Iran.
Kebijakan tidak bersahabat Prancis di masa perang 8 tahun terhadap Iran terus berlanjut, sehingga akhirnya pada 26 Tir 1366, secara sepihak Paris memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Iran.